Pertama di Asia Tenggara, Dua Rider Muda Indonesia Lakukan Atraksi Ter-Extreme

0
(Kiri-Kanan) M.Zulmi Aristiawan dan Agha Riansyah Putra siap lakukan atraksi ter-Extreme
(Kiri-Kanan) M.Zulmi Aristiawan dan Agha Riansyah Putra siap lakukan atraksi ter-Extreme. Foto : Dedi
autonesian.com – Rider muda Indonesia, Agha Riansyah Putra dan M. Zulmi Aristiawan akan menunjukkan kemampuan freestyle-nya dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi yaitu Turn Up Whin, Superman Whip, Heel Clicker dan Rock Solid. Tantangan ini merupakan paling ter-extreme pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara.

Kedua pebalap itu akan ditantang untuk melakukan numping setinggi 5 meter seperti Quater Pipe Ramp FMX dan 35 meter long Table Top. Untuk menyempurnakan aksi kedua pebalap itu, 76 Trial Game membuat alat terbaik dari hasil karya anak bangsa dengan desain dan tingkat keamanan yang terjamin.

Pebalap muda Indonesia yang sering berlaga di kejuaraan Trail, M. Zulmi Aristiawan mengatakan merasakan kesulitan untuk melakukan atraksi seperti Quater Pipe Ramp FMX. Karena atraksi itu bisa ngejumping setinggi 5 meter dan harus turunnya miring, bukan kedepan.

“Karena ketika turunnya itu harus ke samping bukan ke depan. Dan itu sangat sulit sekali untuk dilakukan,” ujar Zulmi kepada awak media di BSD Serpong, Selasa (15/5/18).

Autonesian Youtube Channel

Zulmi mengaku tantangan seperti Quater Pipe Ramp sebelumnya memang belum pernah ada di Indonesia dan baru kali ini dia akan menunjukkan kemampuannya. Untuk melakukan tantangan ini, pria kelahiran 18 tahun itu telah berlatih dari Jumat (11/5/15) kemarin, bisa dibilang hanya butuh waktu 5 hari ia latihan untuk menaklukkan hal paling extereme itu.

Begitu pula dengan Agha, rider ini tidak kalah hebat dalam melakukan atraksi freestyle, banyak atraksi freestyle yang sudah ia taklukan seperti pada aksi ‘Superman’ yang akan dilakukan oleh Agha memiliki tingkat keslutan yang cukup besar. Menggegam grip di bawah saddle dengan kaki lurus ke belakang, layaknya Superman terbang, dibutuhkan skill, keberanian dan pengalaman yang panjang agar aksi ini sempurna.

Baca Juga :  Mastercard dan Blue Bird Umumkan Para Pemenang Road To Cardiff 2017

“Aksi ini saya akui menjadi aksi yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup besar. Dan saya optimis bisa melakuka tantangan ini,” kata Agha dengan penuh percaya diri.

Ajang ini juga dapat memotivasi talenta-talenta muda lainnya di Indonesia untuk berani menyalurkan nakatnya menjadi freestyler handal seperti kedua pebalap ini. Untuk dapat melihat aksi dan kehebatan Agha dan Zulmi juga 76 Rider lainnya, saksikan persaingan ketat mereka di Trial Game yang akan diselengarakan di Jember, Jawa Tmur 13-14 Juli 2018.

Selain itu juga pembalap muda ini juga melanjutkannya perjuangan atraksi mereka di daerah Tuban pada tanggal  7-8 September 2018, 5-6 Oktober 2018 dan seri pamungkas di Ambarawa, Jawa Tengah 16-17 November 2018.

Baca Juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here