Shell Indonesia Rilis Teknologi Aspal Modifikasi Polimer

0
Shell Indonesia Bitumen
Perbandingan Campuran Aspal Shell Cariphalte dengan Aspal PRN 60/20. Foto : Ist

autonesian.com – Melalui kerjasama Shell Indonesia dengan Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) menggelar acara “Ekspose Teknologi Aspal Modifikasi Polimer” yang dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Distributor Shell serta Kontraktor Jalan Raya.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai teknologi tersebut dan memaparkan manfaat kompetitif teknologi produk ini dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, Shell Indonesia juga memperkenalkan rangkaian produk aspal dengan teknologi modifikasi polimer (PMB), Shell Cariphalte, di Indonesia.

Darwin Silalahi, Presiden Direktur PT Shell Indonesia mengatakan, “Shell tetap berkomitmen untuk maju bersama Indonesia dengan menghadirkan beragam solusi untuk mendukung pembangunan kedepan. Kami merasa senang dapat menjadi bagian dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dan dengan bangga, kami mengembangkan bisnis kami di negeri ini dengan menawarkan produk Shell Bitumen berkualitas tinggi yang diproduksi di Indonesia.”

Dibandingkan dengan aspal konvensional, Shell Cariphalte PMB diklaim memiliki tingkat elastisitas dan daya tahan yang lebih baik terhadap perubahan bentuk. Oleh karenanya, produk ini menghasilkan pengaspalan yang lebih tahan lama, sesuai dengan tingkat kepadatan lalu lintas dan iklim tropis Indonesia.

Pasokan Shell Cariphalte PMB sebagian besar berasal dari pabrik yang baru saja beroperasi di Balaraja, Tangerang. Pabrik ini dioperasikan oleh PT Buntara Megah Inti selaku distributor Shell Bitumen di Indonesia. Pabrik ini mampu memproduksi semua produk Shell Cariphalte dengan beragam tingkatan PMB, tidak hanya spesifikasi PG70, PG 76, PG82. Teknologi PMB juga akan tersedia dalam formulasi yang tahan bahan bakar (Fuelsafe) dan suhu rendah (Low Temperature).

Shell Indonesia Bitumen

Pengenalan produk baru dan produksi lokal ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan solusi jalan raya yang tahan lama guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia serta memperluas konektivitas infrastruktur di seluruh nusantara.

Baca Juga :  Fokus Kembangkan Bisnis, iCarAsia Dapat Investasi Baru

“Guna menciptakan pertumbuhan industri dan ekonomi yang berkelanjutan, perkembangan infrastruktur yang lebih besar sangat dibutuhkan. Di sektor jalan dan bandara, kami berupaya mengadopsi beragam solusi yang lebih maju, seperti aspal dengan modifikasi polimer, yang dapat memberikan performa yang lebih baik dan daya tahan yang lebih lama,” kata Ir. Hediyanto W Husaini, Ketua Umum Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI).

Rangkaian produk Shell Cariphalte telah digunakan di banyak proyek jalan raya, jalan tol, bandara dan lintasan balap ternama di seluruh dunia. Proyek terbaru, landasan penghubung (taxiway) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan menggunakan produk Shell Cariphalte PG76 Fuelsafe.

“Kemampuan dan fasilitas produksi lokal yang ada juga memungkinkan kami untuk lebih responsif terhadap permintaan pasar, semakin dekat dengan konsumen kami sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik,” kata Thanes Rajatapiti, General Regional Manager Shell Bitumen Asia.

Kesuksesan Shell Cariphalte PMB juga telah diuji di ruas-ruas tertentu Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Raya di Magelang dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Shell juga menerima tanggapan positif dari para pemangku kepentingan proyek ini dalam hal performa dan kesesuaian penerapan.

Baca Juga :

SHARE
Bayu N
Mengawali karir photography saat semester akhir kuliah, pada tahun 2003 bekerja pada perusahaan wedding asing, media gaya hidup pria dan media online lifestyle, dan sejak Agustus 2014 hingga saat ini aktif dalam fotografer di dunia otomotif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here