Mandiri Tunas Finance Kantongi Keuntungan Signifikan di 2018

0
Mandiri Tunas Finance Laporan Keuntungan 2018
(Tengah) Bapak Arya Suprihadi selaku Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MTF) bersama para petinggi lainnya dalam memaparkan kinerja Tahun 2018 di dalam perayaan hari ulang tahun MTF ke-10, Senin (12/02/2019) di Jakarta.

autonesian.com – PT Mandiri Tunas Finance (MTF) yang genap berusia 10 tahun pada 6 Februari 2019, kembali melanjutkan komitmen komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

”Di usia ke 10 tahun MTF, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholders, baik customer, pemegang saham, karyawan, regulator, mitra kerja serta semua pihak atas berbagai pencapaian baik dari aspek keuangan maupun non keuangan,” ujar Direktur Utama, MTF Arya Suprihadi disela-sela perayaan hari ulang tahun MTF, Senin (12/02/2019) di Jakarta.

Dia menambahkan, Sepanjang tahun 2018 MTF telah berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 26,9 triliun atau naik 21,6% dibandingkan pembiayaan baru tahun 2017 sebesar Rp22,2 triliun. Dari total pembiayaan tersebut, sebesar 73,2% disalurkan untuk segmen retail, 23,7% untuk segmen corporate fleet, dan sisanya 3,6% pembiayaan segmen multiguna dan lain-lain.

Selain itu MTF juga berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp403,3 miliar atau naik 15,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sementara aset tumbuh 18,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yakni mencapai Rp17,5 triliun per 31 Desember 2018 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp14,7 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan di tahun 2018 tersebut didorong peningkatan lending di Kalimantan sebesar 35,3% (Year-on-Year/YoY), pertumbuhan lending di segmen Corporate Fleet sebesar 67,3% (YoY), serta pertumbuhan lending segmen multiguna sebesar 214,896 (YoY) menjadi Rp 900 miliar.

Baca Juga :  Akhirnya Harga Jual All New Daihatsu Terios Resmi Diumumkan

Sedangkan kerja sama channeling dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) menghasilkan pembiayaan syariah sebesar Rp 1,4 triliun, dan pembiayaan dengan Fintech sebesar Rp 70 miliar. Kendati gencar mendorong pertumbuhan bisnis, MTF tetap berhasil menjaga kualitas kredit, yang tercermin dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) mencapai 0,83%, yang mengalami perbaikan dari posisi NPL tahun lalu sebesar 1,09%.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menambahkan, ”Dari sisi non keuangan, MTF telah meIaksanakan berbagai pencapaian, antara lain percepatan bisnis BSM 0T0, penjualan produk melalui fintech dan direct online, sentralisasi proses input (SPRINT), minimalisasi cost of fund melalui pendanaaan offshore dan asset purchase, peningkatan kapabilitas IT dan telemarketing, berbagai program training, sharing pengetahuan dan business case competition.”

MTF juga gencar melakukan sosialisasi produk melalui partisipasi dalam event pameran otomotif seperti IIMS 2018, serta pameran yang rutin diadakan oleh salah satu perusahaan pembiayaan tersebut yang digelar di berbagai kota di tanah air yakni MTF Autofiesta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here