Autonesian.com – Huawei kembali mencuri perhatian di Beijing Auto Show 2026, bukan lewat mobil, melainkan teknologi charging super canggih.
Huawei memperluas lini pengisian daya ultra cepat hingga 1.500 kW yang kini dipadukan dengan sistem energi surya dan penyimpanan listrik, menandai babak baru dalam “perang fast charging” kendaraan listrik.
Teknologi ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak 2025, namun di 2026 Huawei membawa pendekatan baru dengan fokus pada implementasi skala besar dan integrasi sistem energi.
Charger ini diklaim mampu menghasilkan daya hingga 1.500 kW dengan arus mencapai 2.400 A, yang secara teori bisa mengisi baterai berkapasitas sekitar 300 kWh hanya dalam waktu sekitar 15 menit dalam kondisi tertentu.
Yang membuatnya berbeda, Huawei tidak lagi memposisikan teknologi ini sebagai sekadar alat charging, melainkan sebagai solusi infrastruktur lengkap.
Sistem ini menggabungkan pembangkit tenaga surya (PV), penyimpanan energi, dan stasiun pengisian dalam satu ekosistem terintegrasi.
Tujuannya adalah mengurangi beban jaringan listrik sekaligus meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas instalasi di berbagai kondisi wilayah.
Dalam praktiknya, Huawei menggunakan modul penyimpanan energi DC berkapasitas sekitar 215 kWh sebagai “buffer”.
Teknologi ini memungkinkan stasiun tetap mampu memberikan daya besar meski pasokan listrik dari grid terbatas.
Artinya, charging ultra cepat tetap bisa dilakukan bahkan di daerah dengan infrastruktur listrik yang belum optimal.
Pendekatan ini menjadi sangat relevan di tengah persaingan teknologi fast charging yang semakin panas di China.
Beberapa pemain lain seperti BYD juga mengembangkan sistem pengisian super cepat hingga 1.500 kW dengan fokus pada integrasi baterai dan kendaraan.
Namun Huawei mengambil jalur berbeda dengan menitikberatkan pada infrastruktur charging sebagai fondasi utama ekosistem EV.
Tak hanya itu, Huawei juga menghadirkan berbagai konfigurasi charger, mulai dari sistem natural-cooled hingga liquid-cooled dengan arus tinggi, yang dirancang untuk berbagai kebutuhan mulai dari kendaraan penumpang hingga kendaraan komersial.
Langkah ini sekaligus mempertegas tren baru di industri otomotif global, di mana teknologi bukan lagi hanya soal kendaraan, tetapi juga ekosistem pendukungnya.
Bahkan di Beijing Auto Show 2026, perusahaan teknologi seperti Huawei mulai mengambil panggung utama dengan inovasi di bidang baterai, AI, hingga infrastruktur charging.
Dengan kombinasi ultra-fast charging, energi terbarukan, dan sistem penyimpanan pintar, Huawei menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada mobilnya, tetapi juga pada bagaimana energi dikelola dan didistribusikan.
Jika teknologi ini diimplementasikan secara luas, bukan tidak mungkin pengisian EV akan terasa secepat mengisi bahan bakar konvensional, bahkan lebih efisien dan ramah lingkungan.
GIPHY App Key not set. Please check settings