Autonesian.com – GAC Group menegaskan ambisi besarnya di panggung global lewat ajang Beijing Auto Show atau saat ini sering disebut Auto China 2026.
Pabrikan asal China ini tak hanya sekadar pamer produk, tetapi juga memaparkan strategi ekspansi agresif dengan target kehadiran di lebih dari 120 negara serta penjualan global mencapai 1 juta unit pada 2030.
Chairman GAC Group, Feng Xingya, menegaskan bahwa globalisasi menjadi kunci transformasi perusahaan.
“Globalisasi bukan sekadar menjual kendaraan, tetapi membangun ekosistem mobilitas hijau dan cerdas yang relevan di setiap pasar,” ujarnya.
Langkah besar ini didukung strategi “In local, for local” yang menitikberatkan pada pendekatan lokalisasi.
Artinya, GAC tidak hanya masuk sebagai brand global, tetapi juga membangun produksi dan operasional di masing-masing negara agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.
Strategi ini sudah mulai dijalankan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui penguatan jaringan dan rencana produksi lokal sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang.
Dalam sesi press day, Xia Xianqing memaparkan arah strategis perusahaan sekaligus memperkenalkan lima model terbaru.
Presentasi ini kemudian dilanjutkan oleh Huang Jian yang memperkenalkan GAC E8 PHEV dan Yue 7, serta Zhang Xiong yang membawa AION i60, AION N60, dan penguatan brand HYPTEC.
Langkah ini mencerminkan fokus GAC dalam menghadirkan portofolio kendaraan yang lengkap, mulai dari mesin konvensional hingga elektrifikasi penuh.
Dari sisi teknologi, GAC mengandalkan berbagai inovasi seperti Magazine Battery, ADiMOTION, ADiGO Intelligent System, hingga X-SOUL Safety Architecture yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengalaman berkendara.
Vice President GAC Group sekaligus Chairman GAC International, Chen Jiacai, menambahkan bahwa target jangka pendek juga tak kalah ambisius.
“Kami menargetkan penjualan luar negeri mencapai 250.000 hingga 300.000 unit pada 2026, dengan fokus pada kualitas produk dan layanan,” tegas Chen Jiacai.
Untuk menjawab kebutuhan pasar global yang beragam, GAC menawarkan berbagai pilihan powertrain, mulai dari mesin 1.5T dengan transmisi 7DCT, sistem hybrid ADiMOTION, hingga kendaraan listrik dengan teknologi Magazine Battery 2.0 yang mendukung fast charging hingga 5C.
Sementara itu, Presiden GAC International, Wei Haigang, menegaskan bahwa strategi global GAC bertumpu pada empat pilar utama, yakni craftsmanship, trust, technology, dan ecosystem.
Saat ini, GAC telah melayani hampir 30 juta pengguna di seluruh dunia dan terus memperluas jangkauan melalui sistem R&D “1+5+X” yang berfokus pada kebutuhan lokal.
Hingga kuartal pertama 2026, GAC telah hadir di 102 negara dengan 696 jaringan penjualan dan layanan, termasuk fasilitas produksi di Eropa dan Asia Tenggara.
Performa positif juga terlihat di berbagai pasar, seperti dominasi di segmen EV taxi di Thailand hingga pertumbuhan signifikan di Hong Kong, Singapura, dan Amerika Latin.
Dengan strategi ekspansi global yang agresif dan pendekatan lokalisasi yang kuat, GAC semakin menunjukkan keseriusannya menjadi pemain utama di industri otomotif dunia.
Bukan hanya menjual kendaraan, GAC membawa visi besar dalam membangun ekosistem mobilitas masa depan yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.
GIPHY App Key not set. Please check settings