Awas Bahaya Microsleep Saat Berkendara, Begini Cara Menghindarinya

Wanita berkendara Microsleep
Ilustrasi wanita yang sedang mengantuk pada saat berkendaraa dan dapat menyebabkan microsleep. Foto : Freepik/Autonesian

Autonesan.com – Di masa liburan panjang atau pada saat berkendara yang cukup lama, sering kali mengalami microsleep bagi pengendara maupun pengemudi pada saat kelelahan.

Agar kita berkendara dengan aman dan nyaman serta tenang, perlu kita sadari pentingnya keselamatan tak hanya bagi diri sendiri namun juga keselamatan pengendaran lainnya di jalan raya.

Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, Anda juga perlu memastikan bahwa tubuh dalam keadaan fit dan siap untuk berkendara.

Karena ketika berkendara, seluruh indra dipaksa untuk aktif bekerja agar fokus dan memiliki kesadaran yang penuh untuk menghindari hal buruk terjadi.

Faktanya, faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kelalaian manusia di mana salah satu diantaranya adalah mengantuk.

Rasa kantuk biasanya dialami oleh para pengemudi yang melakukan perjalanan jauh lintas kota atau berkendara di malam atau dini hari. Istilah rasa kantuk saat berkendara kerap disebut dengan microsleep.

Microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk, umumnya microsleep berlangsung sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh.

Jika dibiarkan, walaupun sebentar microsleep berisiko menyebabkan kecelakaan akibat kehilangan kesadaran saat sedang mengendarai kendaraan. Beberapa penyebab microsleep, diantaranya:

1. Kurangnya waktu tidur akibat begadang.
2. Obesitas.
3. Efek samping dari obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
4. Pengaruh dari penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
5. Menurunnya kualitas tidur, misalnya akibat insomnia dan sleep apnea.

Mungkin beberapa dari Anda tidak menyadari penyebab yang mengakibatkan microsleep sehingga sulit untuk mengetahui dan menyadari saat diri mengalaminya.

Tidak langsung kehilangan kesadaran sepenuhnya, namun ada beberapa tanda yang bermunculan yang dijadikan ciri-ciri ketika seseorang mengalami microsleep seperti kelopak mata berat dan berkedip secara berlebihan, mata terbuka namun pandangan kosong, menguap secara terus-menerus hingga hilang fokus dan konsentrasi saat berkendara sehingga tidak menyadari hal yang terjadi di sekitarnya.

Tentunya, beberapa penyebab dan tanda dari microsleep ini dapat dihindari untuk terjadi agar tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang berujung fatal.

Baca Juga :  Cara Mudah Cari Mobil Idaman Keluarga

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat guna menghindari microsleep atau menghilangkan rasa lelah dan kantuk terjadi saat berkendara. Menurut Kementerian Kesehatan, beberapa cara tips dan trik untuk mencegah terjadinya microsleep saat berkendara, yaitu:

1. Sebelum berkendara, pastikan sudah beristirahat atau tidur yang cukup.

Tubuh biasanya sudah menyesuaikan dengan pola tidur yang kurang lebih sama setiap harinya. Dikarenakan tubuh ikut beristirahat setelah melakukan berbagai aktivitas sebelumnya.

Oleh karena itu, pastikan beristirahat atau tidur selama 7 hingga 9 jam dan tidak berkendara mendekati atau saat waktu tidur serta mengatur perencanaan perjalanan yang baik.

Seperti mengatur waktu untuk berkendara dan juga menyisipkan waktu beristirahat beberapa menit di rest area yang dilewati. Gunanya selain sampai tujuan sesuai jadwal, ini juga dapat membantu mencegah rasa kantuk untuk pengendara dengan mendapatkan istirahat yang pas dan cukup untuk berkendara dengan aman.

2. Mendengarkan musik agar tetap terjaga.

Musik dapat membangun mood pendengarnya. Saat berkendara, musik dapat menjadi teman perjalanan agar tetap terjaga. Selain untuk mengusir rasa penat atau pun rasa kantuk selama perjalanan juga untuk menghilangkan rasa sepi di dalam kabin.

Namun perlu diingat, mendengarkan musik dengan volume berlebihan dapat menganggu konsentrasi, sehingga pastikan volume musik dalam keadaan cukup untuk membantu menghilangkan rasa kantuk.

3. Segera menepi dan beristirahat sejenak apabila mengantuk.

Jika rasa lelah dan kantuk sudah mulai dirasakan atau tidak tertahankan, beristirahatlah di rest area terdekat selama beberapa waktu dan beristirahat sejenak.

Disini juga dapat dimanfaatkan untuk tidur secukupnya sebelum melanjutkan perjalanan atau melakukan peregangan otot agar otot hingga saraf yang lelah dan kaku akibat berkendara terlalu lama dapat kembali segar seperti semula.

Melakukan peregangan otot saat menyetir menjadi satu di antara salah satu solusi efektif untuk mencegah kantuk saat berkendara yang cukup lama.

Hal ini dapat membantu oksigen untuk masuk ke dalam otak dan melancarkan aliran darah serta me-refresh pikiran agar badan tidak lemas dan otak dapat kembali segar sehingga dapat melanjutkan perjalanan.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pertamina Lubricants Lakukan Sterilisasi

4. Mengobrol dengan teman semobil.

Menyetir sendiri akan menciptakan rasa kantuk yang berlebihan yang kemungkinan dipicu oleh rasa bosan. Sehingga ketika berencana untuk menempuh perjalanan yang jauh, Anda dapat mengajak teman dan keluarga untuk mendampingi selama perjalanan.

Adanya kehadiran orang lain di dalam mobil akan menjadi Anda lebih terjaga karena Anda dapat lebih aktif mengobrol atau mendengarkan. Dan ketika tanda-tanda microsleep muncul, teman perjalanan dapat dan menyarankan untuk menepi atau dapat bergantian untuk sementara.

5. Asuransikan kendaraanmu

Guna mendapatkan rasa aman dan nyaman, penting untuk memberikan perlindungan kepada kendaraanmu terutama saat kejadian yang tidak inginkan terjadi. Pastikan juga polis asuransi mobil sudah melakukan perluasan jaminan, agar memberikan perlindungan maksimal terhadap kendaraan dan pengemudi hingga penumpang kendaraan bermotor.

“Microsleep sulit untuk diidentifikasi sendiri karena terkadang kita menyadari tubuh sedang lelah namun menolak untuk berhenti sejenak karena ketakutan membuang waktu atau tidak sampai ke tempat tujuan secepat mungkin,” ungkap Laurentius Iwan Pranoto selaku Head of PR, Marcomm & Event Asuransi Astra.

Iwan juga menambahkan,”Oleh karena itu, penting untuk merencanakan perjalanan agar perjalanan sesuai dengan jadwal dengan menyelipkan istirahat sejenak di rest area. Dampak yang terjadi akibat microsleep dapat menyebabkan kecelakaan yang fatal, tidak hanya kepada diri sendiri namun juga pengendara lainnya.”

Bagi pelanggan asuransi mobil Garda Oto yang ingin melakukan perluasan jaminan kecelakaan diri selama berkendara baik untuk pengemudi ataupun penumpang, dapat dilakukan dengan mudah, secara online melalui Garda Mobile Otocare, menghubungi Garda Akses di nomor 1500112 yang tersedia 24 jam, bisa juga dengan mengunjungi langsung Garda Center atau kantor cabang Asuransi Astra terdekat.

Segera tingkatkan proteksi kendaraan Anda dengan Garda Oto yang senantiasa memberikan rasa peace of mind pada kepemilikan mobil Anda. Nikmati juga klaim secara mudah, garansi hasil kerja bengkel dan suku cadang asli, serta layanan bantuan darurat 24 jam dari Garda Siaga secara gratis.

Total
0
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Related Posts