Pertamina Mulai Tingkatkan Produksi BBM Euro 4

0
Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC). Foto : Pertamina

Autonesian.com – Melalui Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) yang dimulai beroperasi, kini PT Pertamina (Persero) berhasil menambah jumlah produksi BBM (Bahan Bakar Minyak) dan kualitasnya sesuai dengan standar EURO 4.

Sebelumnya, Kilang Balongan telah lebih dulu berhasil memproduksi BBM dengan standar EURO 4. EURO 4 merupakan standar mutu gas buang kendaraan yang ditetapkan oleh negara-negara Uni Eropa untuk menjaga kualitas udara.

Selain itu, semakin tinggi standar EURO yang ditetapkan maka semakin kecil batas kandungan karbondioksida, sulfur dan partikel yang berdampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Kapasitas produksi yang bertambah di Kilang Cilacap terutama untuk produk Pertamax. Kapasitas produksi Pertamax di Kilang Cilacap yang sebelumnya sekitar 1 juta barel per bulan kini bertambah 668 ribu barel per bulan menjadi 1,668 juta per bulan.

Autonesian Youtube Channel

Hal ini pun mendapat apresiasi seperti terlihat dalam kunjungan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar yang didampingi Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan jajaran lainnya di Refinery Unit IV Cilacap, Jumat (19/7).

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini hingga bisa selesai dan memberikan dampak luar biasa untuk negara dan masyarakat,” ujar Nicke.

Baca Juga :  Isuzu D-Max Fury Limited Edition 2019 Kini Bisa Dipesan

Ia menambahkan, ada 3 program utama Pertamina dalam mengembangkan kilang ke depannya. Yang pertama adalah meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh kilang sehingga menjawab isu lingkungan.

Kedua adalah juga terus untuk meningkatkan kapasitas kilang, dan ketiga adalah pengembangan untuk sektor petrokimia.

Dalam kesempatan sama tersebut, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang juga menjelaskan dengan meningkatnya produksi Pertamax dari Kilang Cilacap, maka dapat memgurangi impor bahan baku Pertamax.

“Hal ini berdampak positif pada cadangan devisa negara dan bahkan berkontribusi terhadap GDP Indonesia sebesar 0,12%,” kata Ignatius.

Investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai US$ 392 juta dengan melibatkan sekitar 2.500 tenaga pekerja, dimana lebih dari 70% di antaranya adalah pekerja lokal Cilacap.

Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang besar Pertamina dengan kapasitas operasi 348.000 barel per hari atau sekitar 33,4% dari total kapasitas kilang nasional

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here