Penjualan Lesu, Nissan Akan PHK Ribuan Karyawan

0
Nissan X-trail
Puluhan karyawan bersama Nissan X-Trail di fasilitas pabrik Nissan St. Petersburg. Foto : Nissan Rusia

Autonesian.com – Salah satu produsen otomotif ternama, Nissan Motor Co dikabarkan akan menyiapkan keputusan baru. Namun keputusan tersebut bukan lah menghadirkan produk baru, melainkan akan merumahkan ribuan karyawan.

Keputusan tersebut seperti dilansir Carscoops, Nissan akan memangkas dua kali lebih banyak para perkerja yang sebelumnya telah diumumkan. Dimana PHK tersebut akan melibatkan 10.000 ribu lebih karyawan di seluruh dunia.

Selain itu, keputusan PHK tersebut juga diambil untuk upaya untuk menangani penurunan laba dan juga memicu kekhawatiran biaya produksi yang terus meningkat serta hilangnya pekerjaan di fasilitas perusahaan Inggris.

Sementara menurut laporan dari Reuters, produsen otomotif asal Jepang tersebut mencatat penurunan laba hingga hingga 98,5 persen pada kuartal pertama 2019 yang menjadi hanya sebesar 1,6 miliar Yen. Penuruan laba ini juga menjadi catatan buruk bagi Nissan dalam satu dekade.

Autonesian Youtube Channel

Penurunan penjualan seluruh kendaraan Nissan tersebut juga terjadi di beberapa belahan dunia, salah satunya di Eropa, Amerika Serikat dan juga kawasan Asia. Sebelumnya juga, pihaknya telah merencanakan akan PHK sekitar 4.800 yang diumumkan pada bulan Mei.

Selain itu lebih dari 10.000 PHK juga diperkirakan akan segera diumumkan dan termasuk ribuan karyawan yang sebelumnya telah diumumkan. Karyawan yang akan di PHK tersebut sebagian besar berasal dari pabrik di luar Jepang dengan tingkat pemanfaatan yang rendah.

Nissan Motor Co saat ini masih menolak untuk mengomentari PHK, tetapi mengkonfirmasi bahwa pihaknya mengalami penurunan 90 persen tahun ke tahun dalam laba operasional pada kuartal pertama.

Kebijakan PHK tersebut juga membuat ketakutan di kalangan tenaga kerja di pabrik Nissan Sunderland di Inggris. Pasalnya pabrik yang sudah menghadapi ketidakpastian atas Brexit dan keputusan perusahaan yang tidak akan memproduksi X-Trail generasi baru di sana.

“Memburuknya kinerja di Amerika Serikat adalah masalah besar yang kita hadapi dan untuk waktu yang lama kami khawatir dengan peningkatan volume yang dijual dipasar,” ujar Motoo Nagai, Ketua Komite Audit yang baru saja dibentuk.

Akibat masalah ini juga, pabrik lain mencakup fasilitas yang kurang dimanfaatkan seperti di India dan Brasil juga ikut terkena dari kebijakan baru terhadap pengurangan karyawan seluruh dunia.

SHARE
Tertarik tentang otomotif sejak bergabung bersama komunitas otomotif dan belajar menulis sejak masuk bangku SMA . Email : tri@autonesian.com / trie0856@yahoo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here