Berikan Garansi Baterai 3 Tahun, Mitsubishi Outlander PHEV Kantongi Puluhan SPK

0
Mitsubishi Outlander PHEV
Mitsubishi Outlander PHEV. Foto : Tri

Autonesian.com – Kehadiran mobil ramah lingkungan Mitsubishi Outlander PHEV pertama kali pada ajang GIIAS 2019 ternyata mendapat sambutan positif dari konsumen Indonesia. SUV plug-in hybrid pertama di dunia ini langsung dipesan oleh puluhan konsumen.

Aditya Wardani, Head of R & CSR Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan jika Outlander PHEV sudah terpesan sebanyak 40 unit. Meski begitu, semua pesanan itu berada di luar GIIAS.

“Kalau di GIIAS, belum ada pemesanan. Tapi di luar GIIAS, itu sudah ada 40 SPK untuk Outlander PHEV,” jelas Aditya di GIIAS, Kamis (25/7).

Aditya juga menjelaskan kalau di GIIAS ini memang MMKSI masih fokus pada sosialisasi mengenai mobil ramah lingkungan ini. Outlander PHEV ini sendiri dijual dengan harga Rp 1,289 miliar on the road Jakarta.

Autonesian Youtube Channel

“Memang ini waktunya Mitsubishi Motor mensosialisasikan karena merupakan unit baru jadi belum terlalu banyak yang aware. Makanya belum ada SPK di GIIAS untuk Outlander PHEV,” ujar Aditya lagi.

Selain itu Outlander PHEV ini juga memiliki keunggulan dari sisi purnajual. Karena menurut Boediarto selaku Head of Technical Service & CS Support Department PT MMKSI, Outlander PHEV ini juga diberikan garansi baterai hingga 3 tahun atau 100 ribu km.

Baca Juga :  KEMENPERIN Kembali Tantang Modifikator dan Desainer di AMMDes Digimodz

“Seperti mobil Misubishi lainnya, Outlander PHEV memiliki garansi selama 3 tahun atau 100.000 km. Garansi tersebut termasuk baterainya,” kata Boediarto.

Boediarto sendiri menjelaskan jika umur baterai Outlander PHEV sendiri bisa mencapai 10 tahun dalam kondisi pemakaian normal. Tapi umur baterai sendiri memang sangat bergantung kepada pemakaian.

“Sama seperti smartphone, jika seringkali dicharge maka umur baterai bisa berkurang,” ungkap Boediarto kepada wartawan di GIIAS.

Untuk harga baterai dari Outlander PHEV sendiri menurut Boediarto memang cukup mahal. Mengingat komponen ini merupakan komponen utama dalam sebuah mobil plug-in hybrid atau listrik.

“Harga baterainya sendiri sekitar RP 200 jutaan,” tutup Boediarto.

Selain itu juga sudah menyiapkan ketersediaan baterai untuk kendaraan model SUV ini. Sehingga, jika ada konsumen yang suatu saat butuh mengganti baterai, maka tak perlu menunggu baterai diimpor terlebih dahulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here