Selain Smartphone, Dua Teknologi ini Akan Hadir di Mobil

0
Fingerprint Scanner Car
Fingerprint Scanner Car. Foto : Ist
autonesian.com – Demi memperkuat sistem keamanan pada kendaraan, kini smartkey atau disebut kunci FOB sudah relevan. Pasalnya dua teknologi yang biasanya telah diimplementasikan di smartphone kelas menengah, yakni Fingerprint Scanner dan Facial Recognition tampaknya akan mencapai dunia mobil dalam waktu dekat.

Dengan kehadiran dua teknologi tersebut, pasalnya kendaraan dengan akses tanpa kunci telah menjadi sangat umum. Namun solusi ini masih terbukti sebagai risiko keamanan, karena memungkinkan pencuri potensial untuk meretasnya.

Bahkan, calon pencuri dapat dengan mudah membeli perangkat yang mampu merekam dan memutar ulang sinyal kunci ketika sedang duduk tanpa pelindung di dompet. Beberapa perangkat sangat kuat sehingga mereka dapat menangkap sinyal kunci melalui dinding dan secara instan membuka kunci kendaraan.

Perusahaan asuransi dan pembuat mobil sadar akan hal ini, dan satu perusahaan teknologi percaya bahwa sidik jari, pengenalan wajah, dan pemindaian retina diperlukan untuk mendapatkan akses ke kendaraan masa depan.

Salah satunya Synaptics Silicon Valley kabarnya sedang mengupayakan cara-cara baru dan inovatif untuk memberikan akses kepada pemilik ke kendaraan mereka, termasuk melalui pemindai sidik jari untuk tidak hanya membuka mobil tetapi juga menghidupkan mesin

Baca Juga :  Toyota Team Indonesia Boyong Gelar Juara 1 di Ajang Kejuaraan Touring Nasional

Seperti dilansir melalui Carscoops,  Godfrey Cheng selaku Corporate Vice President Synaptics mengatakan bahwa kunci fob tidak akan sepenuhnya bergerak ke depan tetapi akan dipasangkan dengan perangkat keamanan lainnya.

“Anda tidak lagi hanya mengandalkan sebuah fob. Ini akan menjadi fob dan sidik jari. Kami akan membahas sentuhan, penglihatan, pendengaran, dan suara. Kami akan mencakup semua indra tetapi rasa dan penciuman,” katanya.

Teknologi pemindai sidik jari dalam kendaraan selain dipercaya akan membuat mereka lebih aman, tetapi menurut Synaptics, teknologi ini memungkinkan juga bisa menggunakan hal lain lain, seperti geofencing atau dan akses berbasis waktu.

Misalnya, orang tua dapat menyesuaikan kebutuhan dari kendaraan mereka, seperti berapa banyak daya maupun data yang akan dikirimkan baik berdasrkan waktu tertentu atau ketika pengguna tertentu. Contohnya seperti data keluarga yang sedang mengendarai mobil.

Selain data sidik jari, namun perusahaan yang bermarkas di California ini juga turut mengklaim mampu menyimpan sebuah data driver yang lebih rinci, seperti posisi kursi favorit dan preferensi musik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here