Autonesian.com – Green SM kembali memperluas jaringan layanannya dengan resmi meluncurkan layanan taksi listrik di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 13 Oktober 2026.
Kehadiran ini menjadi langkah pertama perusahaan mobilitas asal Vietnam tersebut di Amerika Utara sekaligus memperluas jangkauannya ke pasar internasional kesembilan.
Melalui layanan ini, Green SM menawarkan transportasi berbasis kendaraan listrik dengan pengemudi profesional dan tarif yang transparan.
Pelanggan di Los Angeles dapat memesan perjalanan melalui aplikasi Green SM, menghubungi hotline, maupun memberhentikan kendaraan langsung di jalan.
Layanan tersebut mencakup berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari perjalanan sehari-hari, perjalanan jarak jauh, hingga antar-jemput bandara.
Seluruh armada yang dioperasikan menggunakan kendaraan listrik VinFast, termasuk model VinFast VF 8 yang menawarkan kabin luas dan kenyamanan berkendara.
Green SM mengusung lima komitmen layanan, yakni kendaraan berkualitas, pengemudi profesional, harga bersaing, pengalaman pelanggan yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Untuk merayakan peluncurannya, Green SM memberikan potongan tarif sebesar 50 persen hingga US$12 per perjalanan bagi pengguna baru yang mendaftar, berlaku untuk lima perjalanan pertama.
Pelanggan juga memperoleh keanggotaan Green Pass secara gratis, dengan 10 voucher diskon setiap bulan yang masing-masing menawarkan potongan 30 persen hingga US$10 per perjalanan.
CEO Green SM di Amerika Serikat, Hoang Thanh Hang, mengatakan ekspansi ke pasar AS menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan perusahaan.
“Masa depan mobilitas listrik tidak hanya bergantung pada penggunaan armada kendaraan listrik, tetapi juga kualitas layanan dan profesionalisme pengemudi,” ujar Hoang Thanh Hang.
Setelah peluncuran, Green SM berencana memperkuat operasional lokal melalui perekrutan dan pelatihan pengemudi setempat, sekaligus membuka peluang kerja baru.
Didirikan di Vietnam pada 2023, Green SM telah beroperasi di Vietnam, Laos, Indonesia, Filipina, India, Kazakhstan, Denmark, dan Belanda.
Perusahaan tersebut mengklaim telah menyelesaikan sekitar 850 juta perjalanan dengan total jarak hampir 6 miliar kilometer, serta membantu mengurangi emisi CO₂ lebih dari 800.000 ton.
GIPHY App Key not set. Please check settings