Autonesian.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mengalami penyesuaian, terutama untuk jenis nonsubsidi seperti solar (Dex Series) dan Pertamax Turbo.
Kenaikan ini terjadi di berbagai wilayah dan menjadi perhatian karena berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan serta sektor logistik.
Untuk BBM RON tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) kini berada di kisaran Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter.
Sementara itu, BBM diesel nonsubsidi juga mengalami kenaikan signifikan, di mana Dexlite naik ke sekitar Rp26.000 per liter dan Pertamina Dex menyentuh Rp27.900 per liter.
Penyesuaian ini tidak lepas dari dinamika harga minyak dunia serta mekanisme harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pergerakan pasar global.
Tren kenaikan sendiri sudah terlihat sejak pertengahan April 2026, ketika harga beberapa BBM melonjak cukup tajam.
Penyesuaian harga tersebut juga dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Regulasi ini mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Meski terjadi kenaikan pada BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga, sehingga tetap menjadi penopang utama bagi masyarakat.
Dengan kondisi ini, kenaikan harga BBM diprediksi akan memberikan dampak lanjutan terhadap biaya transportasi dan logistik.
Pelaku usaha pun dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mulai mempertimbangkan alternatif energi yang lebih hemat dan berkelanjutan di masa depan.
GIPHY App Key not set. Please check settings