Hyundai Bersama LG Energy Solution Siap Bangun Pabrik Sel Baterai di Indonesia

0
Hyundai LG Energy Solutiion Pabrik baterai mobil listrik
Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution Menandatangani MoU dengan Pemerintah Indonesia untuk Membangun Pabrik Sel Baterai Kendaraan Listrik. Foto : Ist

Autonesian.com – Hyundai Motor Group resmi berkolaborasi bersama dengan LG Energy Solution.Ltd untuk memastikan pasokan baterai kendaraan listrik yang stabil untuk kendaraan listrik bertenaga baterai atau BEV.

Pada kolaborasi keduanya tersebut dibuktikan dengan telah telah menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dan juga bersama Pemerintah Indonesia.

Untuk MoU tersebut menyatakan untuk membentuk joint venture di Indonesia sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik bertenaga baterai atau BEV. Dan juga ditandangai pada tanggal 28 Juli 2021, kemarin.

Proses pendatangan MoU tersebut turut dihadiri oleh Sung Hwan Cho, President and CEO Hyundai Mobis, dan Jong Hyun Kim, President LG Energy Solution, melakukan seremonial penandatangan MoU yang diadakan di kantor pusat LG Energy Solution, Seoul.

Autonesian Youtube Channel

Selanjutnya juga dihadiri Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia, dan Toto Nugroho, Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) juga turut menghadiri seremonial tersebut secara virtual.

“Melalui MoU ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution akan menginvestasikan dana senilai USD 1,1 miliar ke dalam joint venture untuk membangun pabrik sel baterai di Karawang, Indonesia,” tulis siaran pers tersebut, (29/7/2021).

Baca Juga :  Siap Lawan Honda CR-V Tahun Depan, ini Keunggulan Wuling SUV

Kedua perusahaan besar tersebut masing-masing akan berhak atas 50% kepemilikan saham di joint venture ini. Pemerintah Indonesia setuju untuk mendukung melalui berbagai insentif untuk kelancaran proses operasional yang stabil dari pabrik tersebut.

Pembangunan pabrik dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023. Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.

“Melalui joint venture untuk produksi sel baterai ini, Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution semakin memperkuat kemitraan strategis yang telah dimulai lebih dari satu dekade lalu,” tegasnya.

Kedua perusahaan telah mempertimbangkan berbagai faktor dalam proses pemilihan lokasi terbaik untuk pembangunan fasilitas produksi sel baterai di Karawang. Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia, yang merupakan bahan baku utama untuk baterai kendaraan listrik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here