Mau Ditutup, Honda Siap Rombak Sistem Manufaktur Mobil Secara Global

0
Proses produksi Honda Civic di fasilitas Manufacturing Honda Inggris
Proses produksi Honda Civic di fasilitas Manufacturing Honda Inggris. Foto : HondaUK
autonesian.com – Produsen mobil asal Jepang, Honda kembali memberikan kejutan dengan resmi mengumumkan akan melakukan restrukturisasi terhadap jaringan manufaktur secara market global.

Hal tersebut kabarnya dilakukan atas keinginan produsen tersebut untuk mempercepatkan dalam komitmennya dengan menghadirkan mobil listrik dan juga sebagai tanggapan terhadap perubahan yang belum pernah sebelumnya dalam industri otomotif global.

Selain itu juga diperkuat dengan tantangan elektrifikasi yang signifikan akan membuat Honda merevisi operasi manufaktur globalnya, dan memfokuskan aktivitas di wilayah di mana produsen tersebut memiliki volume produksi yang tinggi.

Sebagai hasilnya, Honda dari UK Manufacturing Ltd. hari ini telah menginformasikan kepada karyawan tentang proposal untuk menutup pabrik Swindon di Inggris pada tahun 2021, pada akhir siklus hidup produksi model saat ini.

Pabrik tersebut juga saat ini telah mampu memproduksi 150.000 mobil per tahun, dan mempekerjakan sekitar 3.500 orang. Kegiatan konsultasi akan dimulai hari ini dengan karyawan yang berpotensi terkena dampak.

Autonesian Youtube Channel

Restrukturisasi global juga akan melibatkan operasi mobil Honda di Turki. Honda Turkiye A.S. saat ini memproduksi 38.000 unit per tahun. Perusahaan akan berhenti memproduksi model sedan Civic saat ini pada tahun 2021 dan bermaksud untuk melanjutkan operasi bisnisnya.

Baca Juga :  Adira Finance kembali Tantang Para Jiwa Pebisnis di Innocamp 2017

Dalam kasus tersebut juga pihak seluruh Honda Turkiye A.S. akan terus melakukan dan mengadakan dialog konstruktif dengan para pemangku kepentingan bisnis di Turki selama periode ini.

Katsushi Inoue, Chief Officer untuk Operasi Regional Eropa, Honda Motor Co., Ltd., dan Presiden, Honda Motor Europe mengatakan,”Mengingat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mempengaruhi industri kami, sangat penting bagi kami untuk mempercepat strategi elektrifikasi kami dan merestrukturisasi operasi global kami sesuai dengan itu.”

Dia juga menambakan,”Sebagai hasilnya, kami harus mengambil keputusan sulit ini untuk berkonsultasi dengan tenaga kerja kami tentang bagaimana kami dapat mempersiapkan jaringan manufaktur kami untuk masa depan. Ini belum dianggap remeh dan kami sangat menyesalkan betapa meresahkannya pengumuman hari ini untuk orang-orang kami.”

Sementara dalam masalah ini untuk markas di wilayah Eropa, produsen asal Jepang tersebut juga masih tetap mempertahankan lokasinya di Inggris dan juga akan difokuskan untuk melayani kebutuhan bagi para pelanggan di Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here