Jangan Salah Beli! TRAD Bongkar Perbedaan Suku Cadang 555 Asli dan Palsu

Suku cadang 555 Three Five Automechanika Jakarta 2026
Perwakilan TRAD menjelaskan perbedaan suku cadang 555 (Three Five) asli dan palsu kepada pengunjung Automechanika Jakarta 2026. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – Suku cadang 555 (Three Five) menjadi salah satu produk yang dibawa PT Timur Raya Anugerah Damai (TRAD) dalam ajang Automechanika Jakarta 2026.

Tak hanya memperkenalkan produk steering dan suspension, TRAD juga memanfaatkan pameran ini untuk mengedukasi pengunjung mengenai cara membedakan suku cadang 555 asli dan palsu.

Sebagai official distributor dan importir resmi komponen otomotif asal Jepang, TRAD menghadirkan produk steering dan suspension merek 555 (Three Five) di booth mereka.

Menariknya, perusahaan turut memperlihatkan produk 555 asli dan palsu secara berdampingan agar pengunjung dapat melihat perbedaannya secara langsung.

Sales and Marketing Manager PT Timur Raya Anugerah Damai, Jessica Kwan, mengatakan produk palsu masih ditemukan di pasar sehingga konsumen perlu lebih teliti ketika memilih suku cadang.

“Kalau yang asli pasti lebih presisi dan lebih bagus. Yang palsu biasanya lebih kasar,” ujar Jessica di sela Automechanika Jakarta 2026.

Salah satu perbedaan yang diperlihatkan terdapat pada lubang komponen, dimana produk asli memiliki posisi lubang yang lebih presisi dan simetris.

Baca Juga :  Honda Brio dan HR-V Pertahankan Kontribusi Penjualan Tertinggi

Sementara itu, dari sisi kualitas casting, produk palsu yang ditampilkan memiliki permukaan lebih kasar dibandingkan produk asli yang terlihat lebih rata dan halus.

Kemasan juga menjadi salah satu bagian yang dapat diperhatikan. Jessica menjelaskan, tampilan kemasan produk palsu dapat berbeda, termasuk tingkat kilap materialnya.

Namun, kemasan tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan karena dapat dibuat atau diganti.

“Kalau soal kemasan itu bisa saja tinggal diganti. Karena itu, kalau membeli yang asli, harus dilihat dari ciri-cirinya dan tempat membelinya,” katanya.

TRAD juga mengingatkan konsumen agar tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan.

Perbedaan harga yang terlalu jauh dapat menjadi salah satu indikasi, tetapi konsumen tetap perlu memeriksa kondisi fisik, kemasan, identitas produk, serta tempat pembelian.

Menurut Jessica, peredaran produk palsu menjadi tantangan karena bentuk dan kemasannya dapat terus berubah.

Karena itu, TRAD tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memperkuat edukasi kepada konsumen, end user, dan bengkel.

Baca Juga :  Honda Indonesia Hadirkan Bengkel Siaga Bersama Aplikasi Interaktif

“Karena saking banyaknya, misalnya hari ini kita edukasi, besok mungkin banyak lagi yang muncul baru. Jadi agak susah dilacak,” ujarnya.

Saat ini, TRAD memiliki 19 brand utama dan tiga brand supporting dalam portofolionya. Mayoritas berasal dari Jepang, sementara sebagian lainnya berasal dari negara seperti Thailand.

Keikutsertaan di Automechanika Jakarta 2026 juga dimanfaatkan TRAD untuk memperluas brand awareness dan menjajaki peluang kerja sama dengan sektor B2B, termasuk perusahaan transportasi dan logistik yang memiliki armada kendaraan.

Selain memilih produk asli, TRAD menekankan pentingnya pemasangan oleh bengkel yang kompeten.

Menurut Jessica, kualitas komponen tidak menjadi satu-satunya faktor karena proses pemasangan dan cara penggunaan kendaraan turut berpengaruh.

“Yang pertama, beli barang asli. Yang kedua, cari rekan-rekan bengkel yang memang kompeten untuk memasang. Karena cara pemasangan itu berpengaruh juga,” kata Jessica.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Green SM Motor listrik ojek online

Green SM Resmi Hadirkan Armada Motor Listrik di Jakarta, Pakai VinFast Evo dan Feliz II

Next Article
Kawasaki Indonesia Kartu kredit MNC Bank JCB

Kawasaki Gandeng JCB dan MNC Bank, Pemilik Motor Dapat Towing Gratis hingga Diskon Spare Part

Related Posts