51 Tahun Polytron, Terus Melangkah dari G3 hingga G3+ Special Collaboration

Polytron G3+ Peluncuran
Polytron G3+ resmi hadir dengan dilengkapi pilihan skema Battery-as-a-Service (BaaS), memberikan alternatif kepemilikan kendaraan listrik yang lebih fleksibel bagi konsumen. Foto : Tri/Autonesian

Autonesian.com – Lima puluh satu tahun bukanlah perjalanan yang singkat bagi sebuah perusahaan teknologi di Indonesia.

Namun, bagi Polytron, perjalanan panjang tersebut justru menjadi alasan untuk terus beradaptasi menghadapi perubahan zaman.

Memasuki usia ke-51, Polytron membawa semangat “Bangga Terus Melangkah”.

Bukan sekadar tema perayaan, semangat tersebut tercermin dari langkah perusahaan yang terus memperluas inovasi, termasuk memasuki industri kendaraan listrik roda empat melalui Polytron G3 dan G3+.

Perjalanan itu dimulai ketika Polytron resmi memperkenalkan G3 dan G3+ pada 6 Mei 2025 sebagai mobil listrik pertamanya di Indonesia.

Peluncuran tersebut menjadi babak baru bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal luas melalui produk elektronik rumah tangga, audio-video, hingga motor listrik.

Kehadiran dua SUV listrik tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Polytron mencoba menerjemahkan pengalaman panjangnya di bidang teknologi ke dalam kebutuhan mobilitas masyarakat.

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan mempertahankan relevansi menjadi salah satu tantangan utama perusahaan yang telah berusia lebih dari lima dekade.

“Sebenarnya 51 tahun panjang, di Polytron kita ada dua strategi sebenarnya dan bagaimana caranya bikin relevan, Polytron relevan, sterelevan itu,” ujar Diantika.

Menurutnya, relevansi tersebut dibangun melalui produk yang terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan konsumen.

“Dari segi produk, kita di Polytron itu mengenal strategi 3I, Invention, Innovation, dan Improvement,” jelasnya.

Melalui strategi tersebut, pihaknya melakukan inovasi dan improvement terus-menerus untuk menghadiran produk yang memiliki teknologi sesuai kebutuhan konsumen.

“Jadi kita dengan ini konsumen maunya apa, kita mengeluarkan teknologi, teknologi yang mengerti kebutuhan konsumen,” lanjutnya.

Polytron G3 plus mobil listrik

Langkah Pertama Polytron di Mobil Listrik

Polytron G3 dan G3+ menjadi bukti konkret pertama dari strategi tersebut dalam menghadirkan kendaraan listrik sesuai keinginan konsumen.

Saat diluncurkan, keduanya membawa pendekatan SMART, LUXURY, dan FREEDOM.

Polytron membekali G3 Series dengan teknologi seperti 21 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS), termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Departure Warning, Blind Spot Detection, hingga Auto Parking Assist.

Keduanya juga dilengkapi layar sentuh 12,8 inci dengan dukungan Android Auto dan Apple CarPlay, wireless phone charging, serta smartphone control yang memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan dioperasikan melalui aplikasi.

Untuk G3+, Polytron menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,91 kWh.

Motor listriknya menghasilkan tenaga 150 kW atau sekitar 201 dk dengan torsi 320 Nm, sementara jarak tempuh yang diklaim mencapai 402 kilometer.

Namun, Polytron menyadari bahwa menghadirkan teknologi kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menawarkan spesifikasi.

Ada tantangan lain yang harus dijawab, yakni bagaimana membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses konsumen.

Dari sinilah salah satu inovasi penting Polytron muncul, khususnya dalam menghadirkan kendaraan listrik di Tanah Air.

Polytron G3 konsumen mobil listrik

Battery-as-a-Service, Cara Polytron Menjawab Tantangan Harga Mobil Listrik

Bersamaan dengan peluncuran G3 dan G3+, Polytron memperkenalkan skema Battery-as-a-Service (BaaS).

Melalui skema ini, konsumen tidak perlu membeli baterai kendaraan secara langsung di awal. Baterai disediakan melalui mekanisme sewa, sehingga biaya akuisisi kendaraan dapat ditekan.

Baca Juga :  Astra Bersama Welab Resmi Luncurkan Aplikasi Maucash

Polytron juga memberikan lifetime battery warranty selama masa berlangganan pada skema tersebut.

Sementara konsumen yang memilih skema pembelian baterai atau Buy to Own mendapatkan garansi baterai selama delapan tahun atau 180.000 kilometer.

Menurut Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, ide BaaS pada mobil listrik tersebut terinspirasi dari pengalaman Polytron di kendaraan roda dua.

“Inovasi Battery-as-a-Service kami dapatkan inspirasi dari kisah sukses motor listrik kami dimana mayoritas memilih menggunakan skema sewa baterai,” jelas Tekno.

Lebih lanjut, BaaS turut dihadirkan di Polytron G3 dan G3+ agar kendaraan listrik bisa lebih mudah diakses dan dimiliki oleh lebih banyak orang.

Dengan konsep tersebut, Polytron mencoba menjawab salah satu pertimbangan utama konsumen ketika ingin beralih ke kendaraan listrik, yakni biaya awal kepemilikan.

Pilihan konsumen pun dibuat lebih fleksibel dengan tersedianya skema Battery-as-a-Service (BaaS) dan Buy to Own, sehingga calon pemilik dapat memilih model kepemilikan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Menariknya, pendekatan tersebut kemudian terus dikembangkan.

Pada 2026, Polytron kembali menegaskan bahwa BaaS merupakan bagian dari strategi untuk membuat kepemilikan kendaraan listrik lebih fleksibel sekaligus mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap depresiasi dan biaya baterai.

Selain skema Battery-as-a-Service, Polytron juga menawarkan garansi buyback atau Jaminan Jual Kembali untuk G3 dan G3+.

Melalui program ini, konsumen mendapatkan jaminan pembelian kembali kendaraan hingga 70% dari harga pembelian awal sesuai kuitansi, dengan masa kepemilikan hingga 3 tahun.

showrom polytron jakarta

Tidak Berhenti di Produk Pertama

Setelah memperkenalkan G3 dan G3+, Polytron tidak berhenti pada produk pertama tersebut.

Perusahaan terus mengembangkan pengalaman konsumen melalui berbagai aspek, termasuk jaringan penjualan dan layanan.

Pada Juni 2025, Polytron membuka EV Gallery & Service pertamanya sebagai fasilitas yang menggabungkan penjualan kendaraan listrik dengan layanan purnajual.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa transformasi ke kendaraan listrik tidak hanya dilakukan melalui peluncuran sebuah model baru dan juga mulai membangun ekosistem di sekitarnya.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Diantika mengenai pentingnya terus melakukan inovasi dan improvement agar produk maupun brand tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Itu makanya kita menjadi tetap relevan. Itu dari segi produk. Dari segi marketing-nya, kita juga berusaha tetap relevan dengan generasi sekarang, dari generasi millennial.”

Polytron G3+ Special Collaboration GIIAS 2026

G3+ Kembali Berevolusi di GIIAS 2026

Perjalanan G3 Series kemudian berlanjut ke GIIAS 2026, pada ajang yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, Polytron memperkenalkan G3+ Special Collaboration pada 29 Juli 2026.

Edisi khusus tersebut menjadi pembaruan terbaru G3+ dengan pendekatan yang lebih personal dan sporty.

Berbeda dari G3+ sebelumnya, Special Collaboration tampil dengan desain two-tone yang memberikan karakter lebih kuat.

Polytron juga menggandeng dua mitra lokal, yakni HSR Wheels untuk sektor roda dan TRIPLE 9 untuk pengembangan body kit serta sejumlah detail eksterior.

Baca Juga :  Ford Kembali Layani Konsumen di Jakarta Selatan

Pada bagian belakang, salah satu pembaruan yang terlihat adalah penggunaan logo baru berbentuk “P” pada area taillamp, yang dipadukan dengan sentuhan TRIPLE 9.

Tidak berhenti pada tampilan luar, Polytron juga memberikan perhatian pada sektor audio melalui teknologi XBR terbaru.

Product Specialist EV 4W Polytron, Philip Samuel Tandio, mengatakan pembaruan tersebut hadir sebagai respons terhadap kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan karakter desain yang lebih dinamis.

Dengan demikian, G3+ Special Collaboration bukan sekadar perubahan kosmetik. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana Polytron terus mendengarkan masukan pasar dan melakukan improvement terhadap produk yang sudah ada.

Menariknya, G3+ Special Collaboration juga hanya dipasarkan dalam momentum GIIAS 2026, menjadikannya bagian khusus dari perjalanan G3+ di pasar kendaraan listrik Indonesia.

Polytron G3 GIIAS 2025

Dari “Inovasi” Menuju “Improvement”

Jika melihat perjalanan G3 Series dalam kurun waktu sekitar satu tahun, terdapat benang merah yang cukup jelas.

Polytron tidak hanya meluncurkan kendaraan listrik kemudian berhenti.

Mulai dari G3 dan G3+ sebagai mobil listrik pertama, pengenalan Battery-as-a-Service dan pengembangan fasilitas EV Gallery & Service.

Selain itu hingga hadirnya G3+ Special Collaboration, setiap tahap menunjukkan upaya melakukan pengembangan berdasarkan perubahan kebutuhan konsumen.

Inilah yang kemudian membuat pernyataan Diantika mengenai strategi 3I menjadi relevan dengan perjalanan G3 Series.

Inovasi menjadi langkah awal, sementara improvement menjadi proses berkelanjutan.

Bagi konsumen, perkembangan tersebut memberikan pilihan yang semakin beragam. Dari sisi teknologi, desain, skema kepemilikan, hingga pengalaman purnajual, kendaraan listrik tidak lagi hanya diposisikan sebagai produk baru, tetapi sebagai bagian dari ekosistem mobilitas.

Polytron G3 Interior

“Tidak Penting Langkah Besar, yang Penting Melangkah”

Memasuki usia ke-51, Polytron membawa pesan yang sederhana tetapi erat dengan perjalanan perusahaan: terus melangkah.

Diantika mengatakan tema “Bangga Terus Melangkah” terinspirasi dari kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan.

“Tantangan banyak, challenge di mana-mana. Itu sangat mudah untuk membuat orang semakin, ‘Ah, udah deh, nyerah deh, sampai sini aja deh.',” terang Diantika.

Dia juga berharap ingin mengajak para konsumen untuk terus melangkah, tidak penting langkah besar, langkah kecil, yang penting melangkah karena semangat itu paling penting.

Jika diterjemahkan ke dalam perjalanan Polytron di industri otomotif, G3 dan G3+ merupakan salah satu langkah besar perusahaan dalam memasuki era elektrifikasi.

Sementara G3+ Special Collaboration menjadi salah satu langkah berikutnya untuk terus menyempurnakan produk berdasarkan perkembangan pasar.

Perjalanan tersebut masih panjang. Teknologi kendaraan listrik akan terus berkembang, begitu pula dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Namun, perjalanan Polytron selama 51 tahun menunjukkan satu hal: relevansi tidak datang dengan sendirinya.

Ia harus dibangun melalui keberanian untuk berinovasi, kemauan untuk melakukan improvement, serta kemampuan untuk terus mendengarkan konsumen.

Dan seperti semangat yang dibawa dalam perayaan ulang tahunnya kali ini, tidak harus selalu dengan langkah besar. Yang penting, terus melangkah.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Polytron Fox-350 motor listrik kendaraan operasional Rentokil

Rentokil Borong 80 Motor Listrik Polytron FOX 350, Total Armada Kini Tembus 325 Unit

Next Article
Asosiasi Honda Jakarta 17 tahun

Makin Besar! Asosiasi Honda Jakarta Kini Punya 55 Komunitas dan 2.500 Anggota di Jakarta

Related Posts