Begini Rasanya Tinggal di Isuzu ELF Campervan

Isuzu ELF NLR B Campervan
Isuzu ELF NLR B yang jadikan campervan oleh Jajago Keliling Indonesia. Foto : Tri/Autonesian

Autonesian.com – Di balik tampilannya yang gagah sebagai kendaraan niaga, Isuzu ELF NLR B ternyata mampu bertransformasi menjadi sebuah rumah berjalan yang nyaman untuk menemani perjalanan lintas daerah.

Hal itu dibuktikan melalui hadirnya “Komo”, campervan hasil kolaborasi Isuzu, Jajago Keliling Indonesia, dan Delima Mandiri sebagai karoseri yang dipamerkan di GIIAS 2026.

Mengusung semangat “Partner Terpercaya Kini Hingga Nanti”, Isuzu menunjukkan bahwa platform ELF NLR B tak hanya cocok menjadi kendaraan operasional bisnis, tetapi juga bisa menjadi partner bagi para pecinta overland dan campervan yang ingin menikmati keindahan Indonesia dengan cara berbeda.

Bagi pasangan John dan Rihana dari Jajago Keliling Indonesia, “Komo” bukan sekadar proyek modifikasi.

Campervan ini merupakan kendaraan keempat yang mereka bangun berdasarkan pengalaman bertahun-tahun hidup dan berkeliling Nusantara menggunakan rumah berjalan.

“Ini campervan keempat kami. Namanya Komo. Awalnya kami meminta izin untuk menggunakan nama tersebut dan ternyata mendapat sambutan yang sangat baik. Akhirnya lahirlah Komo seperti yang sekarang,” ujar John.

Berbekal pengalaman dari tiga campervan sebelumnya, berbagai penyempurnaan dilakukan pada “Komo”.

Mulai dari tata ruang, sistem kelistrikan, hingga kenyamanan saat digunakan dalam perjalanan panjang.

John mengungkapkan, proses pembangunan campervan ini sebenarnya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Namun berkat konsep yang sudah matang sejak awal, pengerjaan unit dapat dipercepat.

“Normalnya sekitar empat bulan. Tetapi karena desain dan engineering sudah kami siapkan sebelumnya, proses pembangunannya bisa selesai sekitar satu bulan. Hampir semua bagian dibuat dari nol agar sesuai dengan kebutuhan perjalanan kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Ragam Kegiatan Seru di Chery J6 Festival 2025

Tidak hanya mengandalkan kenyamanan kabin, “Komo” juga dirancang agar tetap mandiri saat berada jauh dari sumber listrik.

Untuk itu, campervan ini dibekali sistem penyimpanan energi BLUETTI berkapasitas 7.800 Wh yang dipadukan dengan panel surya 1.000 Watt.

“Kami ingin semua perangkat di dalam campervan tetap bisa digunakan hanya dengan tenaga matahari. Jadi konsepnya memang low carbon emission dan lebih ramah lingkungan,” kata John.

Di balik seluruh fasilitas tersebut, Isuzu ELF NLR B tetap mempertahankan karakter utamanya sebagai kendaraan yang tangguh.

Chassis ini mengusung mesin diesel yang menghasilkan tenaga 120 PS pada 2.600 rpm dengan torsi maksimum 36 kg.m pada 1.500 rpm.

Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual MYY6S 6-percepatan, dipadukan konfigurasi 4×2, Gross Vehicle Mass (GVM) 5.100 kg, serta final gear ratio 4.300 yang mendukung performa di berbagai kondisi jalan.

Untuk menjaga performa mesin tetap optimal, Isuzu juga membekali ELF NLR B dengan double pre fuel filter.

Komponen ini berfungsi menyaring kandungan air maupun kotoran pada bahan bakar sebelum masuk ke sistem injeksi sehingga mesin tetap bekerja optimal, terutama saat melakukan perjalanan jauh ke berbagai wilayah.

Bagi Rihana, tantangan terbesar bukanlah mengendarai campervan berukuran besar, melainkan beradaptasi dengan ruang hidup yang jauh lebih ringkas dibandingkan rumah.

Baca Juga :  Tiga Jagoan Baru Kawasaki Indonesia Resmi Meluncur

“Yang paling terasa di awal adalah harus beradaptasi tinggal di ruang yang kecil. Kami terbiasa tinggal di rumah, sekarang semua aktivitas dilakukan di dalam campervan. Tapi lama-kelamaan justru menjadi terbiasa dan menikmati cara hidup seperti ini,” ungkapnya.

Menariknya, pasangan ini mengaku belum menentukan destinasi pertama yang akan dikunjungi menggunakan “Komo”.

Meski begitu, satu hal yang sudah pasti adalah mereka ingin terus mengeksplorasi keindahan Indonesia.

“Kami memang belum menentukan tujuan pertama. Yang jelas masih ingin keliling Indonesia. Kalau teman-teman punya rekomendasi tempat yang menarik, tuliskan saja. Siapa tahu itu menjadi destinasi berikutnya,” ujar John.

Bagi John, perjalanan dengan campervan bukan tentang seberapa cepat mencapai tujuan, melainkan menikmati setiap kilometer perjalanan.

“Kami memang tidak suka terburu-buru. Dengan campervan seperti ini, kami bisa berhenti kapan saja, menikmati pemandangan, membuat konten, lalu melanjutkan perjalanan. Justru itu yang membuat setiap perjalanan terasa lebih berkesan,” tutupnya.

Melalui kehadiran “Komo” di GIIAS 2026, Isuzu tidak hanya memperlihatkan fleksibilitas platform ELF NLR B.

Namun juga membuktikan bahwa kendaraan niaga dapat berkembang menjadi rumah berjalan yang nyaman, tangguh, sekaligus menjadi partner terpercaya untuk menjelajahi Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Suzuki XL7 New Alpha Hybrid Test GIIAS 2026

Jajal Suzuki XL7 Hybrid di GIIAS 2026, Ini yang Berubah!

Next Article
Hyundai Stargazer Cartenz GIIAS 2026

Harga Hyundai Stargazer Cartenz Turun, Kini Mulai Rp241,4 Juta di GIIAS 2026

Related Posts