Autonesian.com – PT Astra Tol Nusantara (Astra Infra) bersama PT Astari Marga Sarana selaku pengelola Resta Pendopo KM456 menghadirkan Ruang Temoe.
Ruang Temoe sendiri sebuah ruang inklusif yang memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM difabel dan neurodivergent untuk memasarkan karya sekaligus mengembangkan potensi mereka.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Astra Infra dalam menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung semangat “Ruang Setara untuk Berkarya”, Ruang Temoe menjadi wadah kolaborasi antara pelaku usaha difabel, neurodivergent, mitra, dan masyarakat.
Beragam produk hasil karya mereka dipasarkan di lokasi ini, mulai dari produk body care, kerajinan tangan, aksesori, fesyen, hingga produk kreatif ramah lingkungan.
Sejumlah mitra yang terlibat di antaranya Dewijaya Care, Puka, Filoksenia Foundation, Cemara Paper, Billa Creations, dan Athaya Arts.
Presiden Direktur Resta Pendopo KM456, Daisy Setiawan, mengatakan kehadiran Ruang Temoe merupakan bentuk nyata komitmen Astra Infra dalam membuka kesempatan yang setara bagi semua kalangan.
“Melalui Ruang Temoe, kami berupaya memberikan wadah pemberdayaan untuk mendukung UMKM serta karya kreatif milik teman difabel dan neurodivergent,” ujar Daisy.
Lebih lanjut pihaknya juga berharap langkah ini dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih inklusif sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Tak hanya menjadi tempat pemasaran produk, Ruang Temoe juga membuka peluang bagi individu difabel untuk bergabung sebagai crew operasional.
Program ini memberikan pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi mereka dalam melayani pelanggan dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja profesional.
Sebagai rest area yang berada di ruas Tol Semarang–Solo, Resta Pendopo KM456 terus bertransformasi menjadi ruang publik yang lebih dari sekadar tempat beristirahat.
Berbagai fasilitas ramah difabel seperti lift, ramp khusus, area bermain anak, pojok baca gratis, hingga beragam tenant kuliner dan oleh-oleh turut melengkapi kenyamanan pengunjung.
Sementara Division Head Sustainability Management Astra Infra, Beny Priyatna Kusumah, menegaskan bahwa program ini selaras dengan komitmen keberlanjutan perusahaan.
“Sejalan dengan Astra 2030 Sustainability Aspirations, Astra Infra berkomitmen menghadirkan nilai tambah melalui berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Beny.
Beny juga menjelaskan,”Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat yang inklusif merupakan bagian penting dalam mewujudkan operasional bisnis yang berkelanjutan.”
Melalui Ruang Temoe, Astra Infra berharap semakin banyak masyarakat mengenal karya para pelaku UMKM difabel dan neurodivergent.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat.
GIPHY App Key not set. Please check settings