Autonesian.com – Platform carpooling terbesar di dunia, BlaBlaCar, resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia.
Langkah ini menjadi ekspansi perdana perusahaan ke kawasan Asia Tenggara sekaligus memperluas jangkauan layanannya menjadi 41 negara.
Selain Indonesia, BlaBlaCar juga mulai tersedia di Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
Hadirnya BlaBlaCar di Tanah Air menawarkan alternatif baru bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota.
Platform ini mempertemukan pengemudi yang memiliki kursi kosong dengan penumpang yang memiliki tujuan sama, sehingga biaya perjalanan seperti bahan bakar dan tol dapat dibagi bersama tanpa tujuan mencari keuntungan.
Peluncuran BlaBlaCar dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang masih menghadapi tingginya biaya mobilitas dan kemacetan di berbagai kota besar.
Selain membantu menekan pengeluaran perjalanan, konsep carpooling juga diharapkan mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan sehingga berdampak positif terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi karbon.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar pada April 2026.
Kenaikan tarif penerbangan dan harga bahan bakar menjadi faktor utama yang mendorong meningkatnya biaya perjalanan masyarakat.
“Platform kami menawarkan solusi praktis untuk mobilitas antarkota,” ujar Nicolas Brusson, Co-Founder dan CEO BlaBlaCar.
Nicholas juga menyebut di tengah masyarakat yang semakin digital dan mencari cara untuk menghemat biaya sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.
“BlaBlaCar mempermudah perjalanan dengan menghubungkan pengguna untuk berbagi biaya perjalanan dan mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan,” lanjut Nicholas.
Cara menggunakan BlaBlaCar pun cukup sederhana, pengemudi hanya perlu mengunggah rencana perjalanan lengkap dengan titik keberangkatan, tujuan, jadwal dan jumlah kursi yang tersedia.
Selain itu juga dengan besaran kontribusi biaya melalui aplikasi atau situs resmi BlaBlaCar.
Penumpang kemudian dapat mencari perjalanan yang sesuai dan memesan kursi secara langsung melalui platform.
BlaBlaCar menyebut rata-rata satu perjalanan membawa 2,1 penumpang, sehingga pengemudi dapat menutupi lebih dari separuh biaya bahan bakar dan tol.
Sistem penetapan harga juga dirancang khusus agar hanya sebatas penggantian biaya operasional, bukan untuk mencari keuntungan.
“Kami sangat antusias meluncurkan BlaBlaCar di Indonesia, pasar yang mencatat lebih dari 1,2 miliar perjalanan domestik sepanjang 2025. Kami melihat kebutuhan besar akan solusi mobilitas antarkota yang lebih terjangkau dan fleksibel,” tambah Nicolas.
Untuk menjaga keamanan pengguna, BlaBlaCar melengkapi layanannya dengan berbagai fitur seperti verifikasi identitas, nomor telepon dan email, sistem rating dan ulasan setelah perjalanan, serta tim moderasi yang memantau aktivitas di platform.
Saat ini, BlaBlaCar telah memiliki sekitar 30 juta anggota aktif setiap tahun di berbagai negara dan terus mendorong budaya berbagi kendaraan sebagai solusi mobilitas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
GIPHY App Key not set. Please check settings