Autonesian.com – Toyota Gazoo Racing World Rally Team (TGR-WRT) kembali bersiap menghadapi tantangan gravel klasik di Rally de Portugal 2026 yang digelar pada 7–10 Mei.
Tim datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan rekor sempurna dengan memenangkan seluruh lima seri awal musim 2026.
Dominasi TGR semakin terasa setelah sukses meraih finis 1-2-3-4 di Rally Islas Canarias yang berlangsung di lintasan aspal.
Hasil tersebut membuat mereka kini memimpin klasemen konstruktor dengan keunggulan 98 poin.
Namun, Portugal menghadirkan tantangan berbeda dengan karakter gravel yang kasar, berdebu, dan cepat berubah menjadi berbatu serta bergelombang.
Meski demikian, Portugal bukan wilayah asing bagi TGR.
Tim ini telah memenangkan enam edisi terakhir reli tersebut sejak 2019, menjadikannya salah satu arena paling kuat bagi Toyota.
Elfyn Evans yang pernah menang pada 2021 kini memimpin klasemen pembalap, diikuti rekan setimnya Takamoto Katsuta di posisi kedua.
Sementara itu, Sami Pajari berada di posisi ketiga setelah mencatat empat podium beruntun, dengan Oliver Solberg dan Sebastien Ogier turut menjadi ancaman serius.
Ogier sendiri menjadi salah satu kunci penting dengan catatan tujuh kemenangan di Portugal, termasuk dua edisi terakhir.
Pengalaman dan posisi start yang lebih menguntungkan membuatnya berpotensi kembali tampil dominan di reli ini.
Deputy Team Principal TGR, Juha Kankkunen, menegaskan bahwa Portugal selalu menjadi reli yang dinanti, namun tetap penuh tantangan.
“Lintasannya menyenangkan, tetapi bisa sangat kasar dan menguras ban. Efek road cleaning juga sangat berpengaruh, terutama bagi pembalap yang start di depan,” ujar Juha.
Rally Portugal dikenal sebagai salah satu seri legendaris WRC yang berbasis di sekitar Porto, dengan ribuan penonton yang memadati setiap stage.
Lintasan dimulai dengan permukaan lunak berpasir yang kemudian berubah menjadi keras dan berbatu saat lintasan dilalui berulang kali.
Reli akan dimulai dari Coimbra dengan rangkaian stage yang menantang, termasuk special stage di Arganil, Lousada, hingga penutup legendaris di Fafe yang menjadi Power Stage.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi faktor tambahan yang bisa memengaruhi jalannya balapan.
Elfyn Evans menyadari tantangan besar yang menanti.
“Kami datang dengan hasil bagus dari Canarias, tetapi itu berarti kami harus membuka jalan lagi di Portugal. Posisi start memang krusial, tapi kami sudah terbiasa dengan situasi ini,” ujar Elfyn.
Sementara itu, Sebastien Ogier menilai Portugal sebagai reli spesial dalam kariernya.
“Atmosfer di sana selalu luar biasa, dan kami punya rekor bagus. Targetnya tentu melanjutkan tren kemenangan,” kata Sebastien.
Dengan performa dominan sepanjang musim dan rekor impresif di Portugal, TGR-WRT kembali menjadi favorit kuat.
Namun dengan kondisi lintasan yang keras, cuaca tak menentu, dan persaingan ketat, reli ini tetap menyimpan banyak kejutan yang bisa mengubah segalanya dalam sekejap.
GIPHY App Key not set. Please check settings