Autonesian.com – Kia kembali bikin gebrakan lewat Kia EV9 GT yang sukses menyabet posisi pertama dalam uji komparatif majalah otomotif ternama Jerman, Auto Bild.
Hal ini juga menjadi sebuah pencapaian yang langsung mengangkat statusnya sebagai salah satu SUV listrik premium paling kompetitif di dunia saat ini.
Hasil ini bukan sekadar soal angka performa, melainkan bukti bahwa arah pengembangan mobil listrik mulai berubah, dari sekadar kencang menjadi bagaimana mobil bisa benar-benar nyaman, mudah digunakan, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.
KIA EV9 GT datang dengan pendekatan yang lebih “manusiawi”, memadukan teknologi, desain, dan fungsi dalam satu paket yang terasa natural sejak pertama kali digunakan.
“Pengakuan dari media seperti Auto Bild menunjukkan bahwa standar penilaian kini lebih menekankan pengalaman penggunaan, bukan hanya spesifikasi,” ujar Rendy Pratama, Head of Marketing Kia Sales Indonesia.
Ia menegaskan bahwa tren ini juga mulai terasa di berbagai pasar, termasuk Indonesia, di mana konsumen kini mencari kendaraan listrik yang bukan hanya canggih, tetapi juga praktis dan nyaman digunakan setiap hari.
Yang menarik, kemenangan EV9 GT justru datang dari hal-hal yang sering dianggap sepele, yaitu kemudahan penggunaan.
Di tengah tren mobil modern yang makin kompleks, Kia mengambil langkah berbeda dengan menghadirkan antarmuka yang intuitif, bahkan tetap mempertahankan kontrol fisik untuk fungsi penting.
Hasilnya, sebagian besar fitur bisa diakses hanya dalam dua hingga tiga langkah, tanpa perlu ribet menyusuri menu berlapis.
Pendekatan ini diperkuat oleh layar digital terintegrasi 30 inci dan sistem bantuan berkendara yang dirancang agar mudah dipahami sejak awal.
Semua kontrol ditempatkan dalam jangkauan alami pengemudi, mengurangi distraksi, dan membuat pengalaman berkendara terasa lebih fokus dan aman, terutama saat perjalanan jauh.
Di balik kemudahan itu, performa tetap jadi senjata utama, EV9 GT dibekali sistem dual motor dengan tenaga mencapai 508 PS, mampu melesat dari 0 hingga 60 mph dalam 4,3 detik.
Namun yang paling terasa bukan sekadar cepat, melainkan karakter akselerasinya yang halus dan mudah dikontrol, sehingga tetap nyaman digunakan dalam kondisi harian maupun perjalanan panjang.
Stabilitas juga jadi nilai lebih. Sasis bekerja efektif meredam perubahan permukaan jalan tanpa mengorbankan kontrol, sementara kemudi tetap presisi dan mudah dipahami.
Kombinasi ini menciptakan rasa percaya diri bagi pengemudi, tanpa perlu adaptasi berlebihan seperti pada beberapa mobil listrik lain yang terlalu agresif.
Dari sisi fleksibilitas, EV9 GT benar-benar dirancang untuk kebutuhan nyata.
Tersedia konfigurasi enam hingga tujuh penumpang, dengan baris ketiga yang tetap fungsional.
Kapasitas bagasi pun tembus hingga 2.393 liter saat kursi dilipat, menjadikannya sangat praktis untuk berbagai aktivitas, dari perjalanan keluarga hingga kebutuhan logistik harian.
Soal pengisian daya, arsitektur 800V memungkinkan pengisian dari 10 ke 80 persen hanya sekitar 24 menit menggunakan fast charger 350 kW.
Bahkan, fitur Vehicle-to-Load (V2L) hingga 3,6 kW memungkinkan mobil ini menjadi sumber listrik berjalan, sesuatu yang makin relevan di era elektrifikasi saat ini.
Secara keseluruhan, daya tarik EV9 GT bukan berasal dari satu aspek saja, melainkan konsistensi di semua lini.
Desain tegas dengan velg 21 inci khas GT, interior premium yang fungsional, hingga pengalaman berkendara yang intuitif, semuanya menyatu dalam satu paket yang terasa matang.
“Yang dicari konsumen sekarang bukan hanya teknologi, tapi bagaimana kendaraan terasa mudah digunakan dan nyaman di berbagai situasi,” tutup Rendy.
Dengan kemenangan ini, jelas bahwa EV9 GT bukan sekadar SUV listrik cepat, tapi standar baru yang siap mengubah cara orang memandang mobil listrik premium.
GIPHY App Key not set. Please check settings