Laptop Bekas Jadi Harapan Baru, Cara Suzuki Bantu Akses Belajar Digital

Suzuki Timedoor Academy
Suzuki Indonesia bersama Timedoor Academy menyerahkan laptop rekondisi untuk mendukung akses belajar digital siswa di berbagai daerah. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – Upaya Suzuki Indonesia dalam mendukung dunia pendidikan kembali menarik perhatian.

Melalui kolaborasi bersama Timedoor Academy, Suzuki menghadirkan program “Re-Laptop Project” yang bertujuan membuka akses belajar digital bagi siswa di berbagai daerah yang masih kekurangan perangkat teknologi.

Berangkat dari realita bahwa tidak semua sekolah memiliki fasilitas memadai, Suzuki mencoba menghadirkan solusi nyata dengan mendonasikan 25 unit laptop operasional yang telah direkondisi.

Perangkat tersebut sebelumnya digunakan secara internal, namun kini dihidupkan kembali melalui proses quality check agar layak digunakan oleh siswa dalam kegiatan belajar.

Langkah ini bukan sekadar donasi, melainkan bagian dari pendekatan berkelanjutan yang mengedepankan pemanfaatan ulang aset perusahaan.

General Manager Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales, Ei Mochizuki, menegaskan bahwa program ini memiliki nilai lebih dari sekadar bantuan perangkat.

“Melalui program Re-Laptop Project, kami ingin memastikan perangkat yang telah direkondisi dapat kembali memberikan nilai guna bagi masyarakat, sekaligus menjadi kontribusi berkelanjutan dari sisi sosial dan pemanfaatan sumber daya,” ujarnya.

Baca Juga :  Honda Resmikan Program Pendidikan Dasar Teknisi di SMKN 3 Yogyakarta

Distribusi awal dimulai dari wilayah Bali, namun ke depan program ini akan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia melalui sistem rotasi.

Dengan cara ini, laptop yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak sekolah, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses teknologi.

Menariknya, kolaborasi ini tidak berhenti pada penyediaan perangkat. CEO Timedoor Academy, Yutaka Tokunaga, menjelaskan bahwa pihaknya juga menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lengkap.

“Kami tidak hanya menyediakan laptop, tetapi juga memberikan pendampingan kepada tenaga pendidik serta dukungan Learning Management System agar pembelajaran coding dan AI dapat berjalan optimal,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting, mengingat tantangan pendidikan digital tidak hanya terletak pada ketersediaan perangkat, tetapi juga pada kesiapan sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar.

Baca Juga :  Penghujung Tahun, Auto2000 Sabet Gelar di Indonesia Best Brand Award 2018

Dengan adanya pendampingan guru dan sistem pembelajaran yang terstruktur, siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami keterampilan digital sejak dini.

Melalui “Re-Laptop Project”, Suzuki ingin menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu mendorong pemerataan akses pendidikan digital sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan di masa depan.

Sebuah langkah sederhana, namun membawa harapan besar bagi mereka yang selama ini terbatas oleh akses teknologi.

Dengan kolaborasi yang tepat antara industri dan pendidikan, inisiatif seperti ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak harus selalu baru untuk bisa memberikan dampak besar dan yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membuka peluang.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
harga bbm pertamina 18 april 2026

Pertamax Turbo Tembus Rp19 Ribu, BBM Kembali Naik

Next Article
wuling eksion indonesia

SUV Baru Wuling Ini Bikin Penasaran, Jarak Tempuhnya Gila!

Related Posts