Tak Perlu Impor? GAIKINDO Sebut Kapasitas Produksi Pick-Up RI Masih Besar

Suzuki produksi Carry Pickup
Proses produksi Suzuki Carry Pickup. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – Industri otomotif nasional diyakini masih memiliki kemampuan besar untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri, khususnya segmen pick-up.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menegaskan bahwa kapasitas produksi anggota industri saat ini masih sangat memadai dan bahkan belum dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini GAIKINDO beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun.

Untuk segmen kendaraan komersial kelas menengah ke bawah seperti pick-up, produksi dilakukan oleh sejumlah perusahaan anggota seperti PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), hingga PT Astra Daihatsu Motor.

Secara keseluruhan, kapasitas produksi kendaraan pick-up dari anggota GAIKINDO mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.

Baca Juga :  Para Mekanik Siap Kawal Konsumen Daihatsu saat Liburan Tahun Baru 2023

Namun hingga kini kapasitas tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga masih terdapat ruang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik tanpa harus bergantung pada impor.

Mayoritas kendaraan yang diproduksi merupakan tipe penggerak 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sudah cukup tinggi, yakni di atas 40 persen.

Kendaraan komersial tersebut juga telah terbukti mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia berkat dukungan jaringan layanan purna jual yang luas.

Sementara untuk kendaraan penggerak 4×4, industri dalam negeri sebenarnya juga mampu memproduksi, meski membutuhkan waktu persiapan tambahan.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa industri otomotif nasional beserta ekosistem pendukungnya memiliki kapasitas untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri apabila diberikan kesempatan dan waktu yang memadai.

“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, termasuk industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ujar Putu Juli.

Baca Juga :  DID x VR46 Signature Edition, Rantai Motor Valentino Rossi Hadir di Indonesia

Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi produksi dalam negeri sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional, termasuk mencegah potensi pengurangan tenaga kerja. Saat ini ekosistem industri otomotif Indonesia melibatkan sekitar 1,5 juta tenaga kerja.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar domestik memang mengalami tekanan dengan penjualan kendaraan nasional berada di bawah 1 juta unit per tahun.

Meski demikian, kinerja ekspor justru menunjukkan hasil positif dengan pengiriman kendaraan buatan Indonesia ke 93 negara mencapai lebih dari 518.000 unit.

Menurut GAIKINDO, jika industri dalam negeri dapat dilibatkan secara maksimal dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial nasional, maka kapasitas produksi yang ada dapat dioptimalkan sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di masa depan.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Astra perayaan 69 tahun

Masuk Usia 69 Tahun, Astra Tegaskan Komitmen Bangun Negeri

Related Posts