Bisnis Ford Kuartal 3 Alami Penurunan 57%

0
Ford Motor Company Ecosport
Ford Motor Company memproduksi Ford EcoSport baru di pabrik perakitan Craiova, Romania. Foto : Ford

Autonesian.com – Pabrikan mobil asal Amerika, Ford Motor Co pada hari Rabu (23/10/2019) resmi mengumumkan telah mengalami penurunan sebanyak 57 persen dalam laba bersih kuartal ketiga.

CFO Tim Stone mengatakan Ford sekarang mengharapkan total pendapatan 2019 sebelum bunga dan pajak $ 6,5 miliar menjadi $ 7 miliar, turun dari proyeksi sebelumnya dari $ 7 miliar menjadi $ 7,5 miliar. Itu akan mewakili penurunan dari $ 7 miliar yang diperoleh pada 2018.

“Kami pikir Q3 adalah kuartal yang baik,” kata Stone kepada wartawan di kantor pusat Ford di Dearborn, Mich yang dilansir melalui Automotive News.

“Kemajuan yang kami buat juga menunjukkan kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan lebih banyak peluang di depan. Kami pikir lintasannya membaik di seluruh bisnis,” ujar nya.

Sementara penghasilan bersih turun menjadi $ 425 juta pada kuartal tersebut. Pasalnya kinerja Ford juga terhalang diklaim akibat dana khusus sebanyak $ 1 miliar terkait dengan restrukturisasi globalnya.

Selain itu juga diakbitkan dari biaya dari penciptaan usaha patungannya di negara Bollywood yakni bersama perusahaan otomotif asal India, Mahindra. Hal ini juga untuk pendapatan secara global turut mengalami penurunan sebanyak 2 persen menjadi $ 37 miliar.

Baca Juga :  Melalui Aksi Peduli Bersama, FORWOT Salurkan Donasi untuk Korban Gempa Lombok

EBIT kuartal ketiga naik 8 persen dari tahun lalu menjadi $ 1,8 miliar, karena margin Ford naik 0,4 poin persentase menjadi 4,8 persen. Saham Ford turun 2,2 persen menjadi $ 9,01 dalam perdagangan setelah jam kerja pada hari Rabu.

Laba Ford Amerika Utara naik 2,7 persen menjadi $ 2,01 miliar, tetapi perusahaan kehilangan uang di semua wilayah lain. Pada kredit Ford menghasilkan $ 700 juta pada kuartal tersebut, sementara pembuat mobil kehilangan $ 300 juta pada usaha mobilitasnya.

Stone mengatakan Ford sedang bersiap untuk penutupan tahun yang lebih buruk dari perkiraan sebagian karena meningkatnya biaya insentif.

“Ini lingkungan yang kompetitif, ada beberapa pendatang baru dengan ruang SUV dan tentunya di truk juga. Kami ingin memberikan nilai luar biasa kepada pelanggan, dan insentif kami diharapkan lebih besar dari yang direncanakan,” tegas Stone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here