Lexus Siap Rilis Mobil Otonom Bersensor Mutakhir

0
Toyota TRI-P4 Lexus LS500h
Toyota TRI-P4 Lexus LS500h . Foto : Toyota
autonesian.com – Produsen mobil mewah, Lexus melalui Toyota Research Institute (TRI) secara resmi mengumumkan akan memperkenalkan konsep mobil otonom baru yang disebut P4 di ajang kemeriahan CES 2019 pada 7 Januari mendatang.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, TRI-P4 yang hadir dengan berbasis Lexus LS 500H ini dipersenjatai dua sensor pencitraan dengan teknologi chip baru dan jangkauan dinamis tinggi serta dihadirkan sistem radar.

Dan sistem radar tersebut diklaim telah mengalami pengoptimalan guna mendeteksi jarak dekar di sekitar mobil. TRI-P4 juga turut mempertahankan semua sensor yang ada di kendaraan penelitian sebelumnya pada tahun 2017, termasuk delapan pemindaian Head LIDAR yang telah terintegrasi ke dalam desain baru.

Mobil TRI-P4 yang akan digunakan untuk model pengembangan sebagai pelindung dan supir ini juga turut dilengkapi kamera teknologi juga telah lebih terintegrasi dengan desain kendaraan, milik CALTY di Ann Arbor, Michigan.

Toyota TRI-P4 Lexus LS500h

Sementara mobil yang dikemas agar terlihat sedikit tidak seperti kendaraan eksperimen dan semacam mobil ruang luar angkasa, membuat Lexus mempercayai untuk mengubah styling LS 500H otonom di ditangani oleh CALTY Design Research Toyota di California Selatan.

Baca Juga :  Siap-siap Mitsubishi XM Concept Bakal Muncul

“Kami mengambil pendekatan holistik untuk mengintegrasikan komponen otonom ke dalam desain dan hasilnya adalah permukaan fluida yang merangkul teknologi canggih yang secara longgar terinspirasi oleh fiksi ilmiah dalam pemisahan grafis antara bentuk dan fungsi.” ujar Scott Roller, Senior Lead Designer at CALTY seperti dilansir Autonews.

Dalam kehadiran Mobil TRI-P4 juga diharapkan dimaksudkan untuk memajukan dua sistem kendaraan otonom Toyota. Salah satunya menghadirkan sistem mengemudi otomatis yang hadir sebagai pengaman bagi pengemudi manusia dengan membantu mencegah kecelakaan.

“Pengembangan Sopir kami difokuskan pada otonomi penuh, di mana manusia pada dasarnya dihapus dari persamaan mengemudi, baik sepenuhnya di semua lingkungan, atau dalam domain mengemudi terbatas,” tegas Ryan Eustace, Senior Vice President of Automated Driving at TRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here