Autonesian.com – BYD akhirnya resmi meresmikan fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat.
Kehadiran pabrik ini menjadi langkah besar BYD untuk memperkuat produksi lokal sekaligus membangun ekosistem kendaraan energi baru di Tanah Air.
Peresmian dilakukan pada 3 September 2026 dan dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Vice President of BYD Co., Ltd. and General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menyebut fasilitas manufaktur tersebut menjadi tonggak penting sekaligus babak baru perjalanan BYD di Indonesia.
“Peresmian fasilitas manufaktur ini merupakan tonggak penting sekaligus babak baru dalam perjalanan BYD di Indonesia. Selama lebih dari 30 tahun, kami telah membangun pengalaman dan kapabilitas dalam mendorong transformasi industri kendaraan energi baru di berbagai pasar di seluruh dunia,” ujar Liu Xueliang.
Ia menambahkan, BYD melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar penting, tetapi juga mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi.
Perusahaan ingin membawa pengalaman, teknologi dan kapabilitas manufaktur global ke Indonesia sekaligus membangun industri kendaraan energi baru yang berkelanjutan.
Dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai kehadiran fasilitas produksi BYD bukan sekadar pembukaan pabrik baru, melainkan bagian dari penguatan industrialisasi nasional.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” ujar Agus Gumiwang.
Momen tersebut sekaligus ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
BYD M6 DM bersama BYD M6 EV menjadi model yang mengawali perjalanan produksi lokal BYD di Tanah Air.
Pabrik BYD di Subang berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.
Pembangunannya diselesaikan dalam waktu sekitar 20 bulan dengan tingkat otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas terintegrasi.
Tak hanya mengejar kapasitas produksi, BYD juga telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.
Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika pabrik mencapai kapasitas penuh.
BYD juga mempersiapkan peningkatan TKDN hingga 60 persen pada Januari 2027, yang diharapkan semakin memperbesar keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan energi baru di Indonesia. Pangsa kendaraan energi baru meningkat dari sekitar 1 persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026.
Sementara itu, BYD mencatat penjualan 32.800 unit sepanjang Januari-Juli 2026 dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.
Dengan kapasitas besar dan lokalisasi yang terus diperkuat, pabrik Subang menjadi fondasi ambisi “BYD Made in Indonesia and for Indonesia”, sekaligus membuka peluang kendaraan produksi Indonesia untuk menjangkau pasar dunia.
GIPHY App Key not set. Please check settings