Autonesian.com – Mitsubishi Motors akhirnya mengumumkan kembalinya nama legendaris Pajero ke pasar global.
SUV yang sempat dihentikan produksinya pada 2021 itu dijadwalkan melakukan debut dunia pada musim gugur 2026.
Namun di balik euforia kebangkitan nama besar Pajero, muncul pertanyaan besar: apakah ini benar-benar langkah inovatif, atau sekadar upaya Mitsubishi menghidupkan kembali kejayaan masa lalu karena minimnya produk baru yang benar-benar revolusioner?
Dalam keterangan resminya, Mitsubishi menyebut Pajero generasi terbaru akan menggunakan basis ladder frame milik Triton dengan pengembangan khusus pada kabin serta sistem suspensi depan dan belakang.
Klaim kemampuan off-road dan kenyamanan berkendara yang lebih baik kembali digaungkan sebagai daya tarik utama model tersebut.
Sayangnya, hingga saat ini Mitsubishi belum mengungkap detail spesifikasi, teknologi elektrifikasi, maupun gambaran utuh desain kendaraan.
Publik hanya disuguhi teaser dan narasi nostalgia mengenai sejarah panjang Pajero yang pernah berjaya di Dakar Rally serta mencatat penjualan global lebih dari 3,25 juta unit.
Padahal, pasar SUV global saat ini telah berubah drastis. Para kompetitor tidak lagi hanya menawarkan kemampuan off-road, tetapi juga teknologi elektrifikasi, fitur semi-otonom, konektivitas canggih, hingga platform yang lebih modern.
Di saat banyak produsen beralih ke kendaraan listrik dan hybrid generasi baru, Mitsubishi justru memilih menghidupkan kembali nama lama yang sempat menghilang selama lima tahun.
Keputusan menggunakan basis Triton juga berpotensi memunculkan kritik dari konsumen.
Meski platform ladder frame dikenal tangguh, pendekatan ini dapat membuat Pajero baru dianggap hanya sebagai “Triton versi SUV” alih-alih model yang benar-benar lahir dari pengembangan baru.
Jika tidak dibarengi inovasi signifikan, strategi tersebut berisiko membuat Pajero kehilangan aura eksklusif yang selama ini melekat pada namanya.
Ironisnya, nama Pajero justru memiliki beban ekspektasi yang sangat besar.
Model ini dikenal sebagai ikon SUV Mitsubishi yang mendominasi reli Dakar dengan 12 kemenangan dan tujuh gelar beruntun.
Menghidupkan kembali legenda tanpa menghadirkan lompatan teknologi yang sepadan bisa menjadi bumerang bagi pabrikan asal Jepang tersebut.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, kembalinya Pajero memang menarik perhatian pasar dan disisi konsumen saat ini tidak hanya membutuhkan nostalgia.
Mereka menuntut inovasi, efisiensi, dan teknologi masa depan, jika Mitsubishi hanya menjual nama besar tanpa menawarkan sesuatu yang benar-benar baru.
Maka comeback Pajero bisa saja menjadi simbol bahwa Mitsubishi lebih sibuk melihat ke belakang daripada menatap masa depan.
GIPHY App Key not set. Please check settings