Autonesian.com – Akhir pekan di Sirkuit Autodromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna, Brasil, menjadi panggung dominasi Aprilia Racing.
Marco Bezzecchi tampil luar biasa dengan mengamankan kemenangan keempatnya secara beruntun, sekaligus kemenangan kedua musim ini, usai memimpin balapan sejak tikungan pertama hingga garis finis.
Start dari posisi kedua, pembalap asal Italia itu langsung mengambil alih pimpinan sejak awal lomba dan tak tersentuh hingga akhir.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bezzecchi di Brasil, sekaligus mencatatkan rekor pribadi sebagai kali pertama dirinya meraih empat kemenangan beruntun dalam kariernya di kelas utama, setelah sebelumnya berjaya di Portimao, Valencia, dan Buriram.
“Balapan yang luar biasa dan hari yang sangat menyenangkan. Saya benar-benar sangat puas karena melihat start kami di hari Jumat, jujur saya tidak menyangka bisa menang,” ujar Bezzecchi.
“Kemenangan ini saya dedikasikan untuk Roberto Lunadei yang meninggal minggu lalu, serta untuk keluarganya,” lanjut Bezzecchi.
Catatan impresif ini juga menempatkan Bezzecchi sejajar dengan nama-nama besar seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Pecco Bagnaia sebagai pembalap yang mampu meraih empat kemenangan beruntun di era modern MotoGP.
Tak hanya Bezzecchi, Aprilia Racing juga merayakan hasil fantastis lewat Jorge Martin yang finis di posisi kedua.
Ini menjadi podium perdananya bersama Aprilia dalam balapan utama, sekaligus menandai comeback kuat setelah penantian panjang selama 490 hari.
“Saya tidak kaget dengan hasil ini karena ada banyak kerja keras di baliknya. Yang paling mengejutkan adalah seberapa cepat saya bisa beradaptasi dengan RS-GP26,” kata Martin.
“Kami adalah satu tim, kami saling berbagi insight untuk mendorong perkembangan motor ini,” lanjut Martin.
Hasil one-two ini menjadi yang kedua bagi Aprilia setelah sebelumnya terjadi di Montmelo 2023.
Sekaligus menambah koleksi kemenangan Aprilia di kelas utama menjadi 10 kemenangan, serta total 304 kemenangan di ajang FIM Grand Prix World Championship.
Dominasi Aprilia tak berhenti di situ, tim satelit Trackhouse MotoGP juga tampil solid dengan Ai Ogura finis di posisi kelima dan Raúl Fernández di posisi kesepuluh, memastikan empat motor Aprilia masuk dalam 10 besar.
Sementara CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengaku bangga dengan pencapaian timnya.
“Hari Minggu yang sempurna. Marco tampil luar biasa, dan Jorge akhirnya kembali ke podium setelah waktu yang panjang. Ini sinyal yang sangat positif untuk tim,” ujarnya.
Dengan hasil ini, Aprilia Racing kini memimpin klasemen konstruktor dan tim, bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah menempatkan dua pembalapnya di posisi teratas klasemen MotoGP.
Momentum besar ini menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia kini bukan lagi sekadar penantang, melainkan kekuatan utama di MotoGP musim 2026.
GIPHY App Key not set. Please check settings