Arus Mudik Mulai Padat, 812 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

gerbang tol cikampek utama
Gerbang tol Cikampek Utama. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan, Jasa Marga mencatat sebanyak 812.342 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek dalam periode H-10 hingga H-6 atau pada 11–15 Maret 2026.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, volume lalu lintas ini meningkat sekitar 9,6%, menandakan pergerakan pemudik sudah mulai terasa lebih awal.

Mayoritas kendaraan tercatat bergerak menuju arah Timur, baik ke Trans Jawa maupun Bandung, dengan total 385.245 kendaraan atau sekitar 47,4% dari total lalu lintas.

Sementara itu, arah Barat menuju Merak menyumbang 31,4% dengan 254.896 kendaraan, dan arah Selatan menuju Puncak sebesar 21,2% dengan 172.201 kendaraan.

Untuk arah Trans Jawa sendiri, lonjakan cukup tinggi terjadi di GT Cikampek Utama dengan 228.239 kendaraan, meningkat drastis hingga 56,4% dibandingkan lalu lintas normal.

Hal ini menunjukkan jalur utama mudik ke Jawa Tengah dan sekitarnya mulai padat lebih cepat dari perkiraan.

Baca Juga :  Siap Hadirkan Ragam Promo, Astra Financial Boyong 9 Perusahaan di GIIAS 2022

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut peningkatan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan diskon tarif tol dan fleksibilitas kerja.

“Arus lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek terus mengalami peningkatan menjelang libur Hari Raya Idulfitri. Hal ini sejalan dengan pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 30% yang diberlakukan pada periode arus mudik,” ujarnya.

Diskon tarif tol ini sendiri berlaku pada 15 hingga 16 Maret 2026 di sejumlah ruas strategis, termasuk jaringan Trans Jawa, Trans Sumatra, hingga Bandung–Cisumdawu.

Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk memulai perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan saat puncak arus mudik.

Tak hanya itu, penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga menjadi faktor penting yang memicu lonjakan pergerakan kendaraan.

Dengan fleksibilitas tersebut, banyak masyarakat memilih berangkat lebih awal dibandingkan menunggu puncak arus mudik.

“Selain itu, kebijakan WFA yang berlangsung selama lima hari juga turut mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal,” jelas Rivan.

Baca Juga :  Honda Mobil Resmi Tambah Jaringan Dealer di Bali

Rivan juga menambahkan,”Karena itu, kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik serta memanfaatkan aplikasi Travoy dalam merencanakan perjalanan.”

Pada H-6 Lebaran atau 15 Maret 2026 saja, tercatat sebanyak 162.129 kendaraan meninggalkan Jabotabek, meningkat 21,3% dibandingkan kondisi normal.

Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa arus mudik 2026 akan lebih tersebar dan tidak hanya terpusat pada satu waktu.

Jasa Marga pun mengingatkan pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi kendaraan, kecukupan bahan bakar, hingga saldo uang elektronik.

Pemudik juga diimbau untuk memanfaatkan rest area secara bijak serta selalu mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan selama perjalanan.

Dengan tren peningkatan yang sudah terlihat sejak H-10, pemudik diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih cermat agar terhindar dari kemacetan panjang di jalur utama.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
nurani astra ambulance sumatra

Nurani Astra Salurkan Ambulans dan Alkes untuk Perkuat Pemulihan di Sumatra

Next Article
Ducati Monster Livery baru MY2026

Monster Makin Brutal, Ducati Tambah Warna Sport Baru

Related Posts