Autonesian.com – Di tengah kondisi pasar otomtif nasional yang belum sepenuhnya pulih, pabrikan asal Jepang yakni Honda justru melakukan penyegaran terhadap tiga model SUV andalannya sekaligus.
Setelah diperkenalkan secara nasional di Jakarta, Honda Bandung Center (HBC) selaku main dealer Jawa Barat dan Banten kembali melanjutkan memperkenalkan tiga model SUV andalanya sekaligus, yakni Honda CR-V Hybrid, Honda WR-V, dan Honda BR-V N7X.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya saing sekaligus mempertahankan performa penjualan di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.
Direktur Operasional Honda Bandung Center, Iwan Tjandradinata, menjelaskan bahwa pembaruan produk menjadi salah satu pendekatan realistis untuk menghadapi kondisi pasar yang masih bergerak lambat.
Menurutnya, tahun 2026 belum sepenuhnya memberikan sinyal positif bagi industri otomotif nasional.
“Tahun 2026 ini masih belum menjadi tahun yang sepenuhnya positif bagi industri otomotif, kondisinya masih merangkak,” ujar Iwan.
Iwan juga mengharapkan ekonomi global dan ekonomi Indonesia segera membaik sehingga bisa menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
Penyegaran pada Honda CR-V Hybrid menjadi bagian dari arah elektrifikasi yang terus didorong Honda di Indonesia.
Tren kendaraan ramah lingkungan di wilayah Bandung dan sekitarnya mulai meningkat, sehingga model hybrid dinilai memiliki potensi pasar yang semakin kuat.
Sementara itu, WR-V dan BR-V tetap menjadi tulang punggung di segmen SUV kompak dan SUV keluarga yang masih diminati konsumen.
Meski melakukan penyegaran produk, target penjualan Honda Bandung Center pada 2026 justru ditetapkan lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.
Menurut data yang dilaporkan oleh pihak HBC, pada 2025 pihaknya telah berhasil mencatat angka penjulan sekitar 7.718 unit, sedangkan tahun ini ditargetkan sekitar 4.800 unit atau turun sekitar 20–25 persen.
Menurut Iwan, keputusan tersebut bukan karena pesimis, melainkan bentuk strategi yang lebih realistis menghadapi situasi ekonomi yang belum stabil.
“Ini merupakan strategi yang lebih realistis melihat kondisi pasar saat ini. Tidak bijak juga jika terlalu memaksakan target di tengah situasi ekonomi yang belum stabil,” katanya.

Dari sisi komposisi penjualan, Honda Brio masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi lebih dari 60 persen untuk wilayah Jawa Barat dan Banten.
Disusul Honda HR-V sekitar 18 persen, Honda WR-V 10 persen, dan Honda BR-V sekitar 8 persen. Dominasi Brio menunjukkan segmen entry level masih menjadi penopang utama pasar otomotif di daerah.
Memasuki awal tahun, performa Honda di Kota Bandung terbilang cukup positif, dimana januari 2026 pihaknya berhasil menempati posisi kedua di market share di bawah Toyota.
Pada pencapaian tersebut juga turut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi hingga akhir tahun.
“Untuk Januari lalu, khususnya di Kota Bandung, performa Honda cukup baik karena berhasil berada di peringkat kedua market share di bawah Toyota serta ini menjadi capaian positif dan mudah-mudahan bisa dipertahankan hingga akhir tahun,” jelas Iwan.
Secara historis, wilayah Jawa Barat dan Banten memang menjadi pasar yang kompetitif. Honda umumnya berada di posisi dua atau tiga besar, meskipun pada momen tertentu sempat menjadi pemimpin pasar di beberapa kota seperti Bandung dan Karawang.
Posisi dua besar dinilai sebagai target yang paling realistis untuk dipertahankan secara konsisten.
Selain fokus pada produk, Honda juga mulai mempertimbangkan potensi kendaraan elektrifikasi dalam strategi ekspansi dealer.
Beberapa kawasan perumahan baru di sekitar Bandung dinilai memiliki penetrasi kendaraan elektrifikasi yang cukup tinggi.
“Kawasan ini merupakan salah satu kompleks perumahan besar di wilayah Bandung meskipun secara administratif sudah masuk kabupaten, namun kami masih melihat potensi pasar yang baik. Di area ini juga cukup banyak kendaraan elektrifikasi,” ujarnya.
Honda juga memastikan akan terus menghadirkan model elektrifikasi baik hybrid maupun full electric di Indonesia dan seperti target pabrikan Jepang yang sebelumnya telah diumumkan.
Salah satu model terbaru yang mendapat perhatian adalah Honda Prelude, meski saat ini segmennya masih terbatas dan suplai unit belum banyak dari pabrikan.
Menjelang Ramadan, peningkatan penjualan memang belum menunjukkan lonjakan signifikan, namun tren positif mulai terlihat dibandingkan periode sebelumnya dan biasanya, peningkatan terbesar terjadi mendekati Lebaran.
“Kenaikannya memang belum drastis. Biasanya peningkatan signifikan terjadi di 10 hari terakhir menjelang Lebaran. Pada periode itu, penjualan umumnya mengalami lonjakan yang lebih kencang,” tutup Iwan.
GIPHY App Key not set. Please check settings