Autonesian.com – Industri Otomotif khususnya sepeda motor Indonesia membuka tahun 2026 dengan kabar yang cukup mengejutkan.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengumumkan bahwa penjualan sepeda motor domestik sepanjang 2025 berhasil mencapai 6.412.769 unit.
Angka ini tumbuh 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan bahwa motor tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Indonesia.
Capaian tersebut terasa menarik karena diraih di tengah pelemahan daya beli yang sempat menghantam berbagai sektor.
Namun, sepeda motor kembali membuktikan posisinya sebagai alat transportasi paling efisien dan ekonomis untuk menunjang aktivitas produktif maupun kebutuhan gaya hidup harian.
Rata-rata penjualan bulanan bahkan stabil di kisaran 535 ribu unit, menandakan permintaan yang tetap terjaga meskipun kondisi pasar tidak sepenuhnya ideal.
Dimana dominasi skutik masih tak tergoyahkan dengan berhasil berkontribusi lebih dari 91 persen dari total penjualan nasional.
Sementara itu, segmen sport, underbone, hingga motor listrik masih mengambil porsi kecil, namun tetap menunjukkan geliat perkembangan yang menarik untuk diikuti dalam beberapa tahun ke depan.
Faktor lain yang turut menjaga napas pasar sepeda motor yang membuat tetap stabil datang dari sisi sektor pembiayaan.
Sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit, menjadikan lembaga pembiayaan sebagai penopang utama kelangsungan pasar.
Kondisi ini memberi kemudahan bagi masyarakat untuk tetap memiliki kendaraan roda dua, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi mereka.
Menariknya, pertumbuhan permintaan terbesar justru datang dari luar Pulau Jawa yang berasal dari daerah-daerah penghasil komoditas.
Hal tersebut menjadi salah satu penyeimbang ketika penjualan di Jawa sempat melambat akibat tekanan industri dan tenaga kerja.
Di sisi lain, berbagai peluncuran produk baru serta gelaran pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 ikut mendorong antusiasme pasar, dengan transaksi mencapai Rp 70 miliar dan lebih dari 1.500 unit motor terjual.
Tak hanya pasar domestik, untuk pasar ekspor sepeda motor Indonesia juga turut berhasil mencatat performa positif.
Sepanjang 2025, industri nasional berhasil mengekspor ratusan ribu unit motor utuh serta jutaan set CKD dan komponen, memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi sepeda motor untuk pasar global.
Memasuki 2026, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor nasional akan tetap stabil di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit.
Meski begitu, tantangan baru mulai mengintai, salah satunya penerapan opsen pajak di sejumlah daerah serta dinamika geopolitik global yang bisa berdampak pada daya beli masyarakat.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyampaikan optimisme terhadap tahun ini dimana rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535.000 unit.
“ni menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita, Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini,” ujarnya.
Dengan berbagai faktor pendorong yang masih kuat, pasar sepeda motor Indonesia tampaknya belum akan kehilangan taringnya.
Di tengah tantangan ekonomi, roda dua tetap menjadi pilihan utama masyarakat, dan tahun 2026 berpotensi kembali menjadi panggung pertarungan panas bagi para pabrikan.
GIPHY App Key not set. Please check settings