Autonesian.com – Citroen Racing sukses mencuri sorotan dunia motorsport setelah meraih kemenangan perdananya di ajang FIA ABB Formula E World Championship seri Mexico City E-Prix.
Kemenangan ini terasa spesial karena langsung mengantar Citroen ke puncak klasemen sementara kejuaraan dunia, baik kategori pembalap maupun tim.
Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Citroen kini bukan sekadar pendatang baru, melainkan penantang serius di panggung balap mobil listrik paling prestisius dunia.
Balapan yang berlangsung di sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez menghadirkan drama sejak awal lomba.
Nick Cassidy tampil luar biasa meski memulai balapan dari posisi ke-13.
Dengan strategi energi yang presisi serta manuver agresif yang terukur, ia sukses menyalip banyak rival hingga merebut posisi terdepan dan mempertahankannya sampai garis finis.
Performa ini menjadi bukti bahwa kombinasi kecepatan mobil, kecerdasan strategi, dan konsistensi eksekusi Citroen Racing kini berada di level tertinggi.
Cassidy mengakui kemenangan ini sebagai hasil kerja kolektif tim yang solid. Ia menyebut performa mobil dan strategi yang tepat menjadi kunci utama keberhasilan di Meksiko.
Momentum tersebut tidak hanya berarti bagi dirinya sebagai pembalap, tetapi juga bagi Citroen Racing yang akhirnya meraih kemenangan pertama di Formula E.
Keberhasilan di Meksiko juga menegaskan perkembangan pesat Citroen Racing sepanjang musim ini.
Team Principal Cyril Blais menilai kemenangan perdana yang langsung mengantar tim ke puncak klasemen sebagai pencapaian luar biasa, mencerminkan dedikasi dan kerja keras seluruh tim di lintasan maupun di balik layar.
Tidak hanya mengandalkan satu pembalap, Jean-Eric Vergne turut menyumbang poin penting meski memulai balapan dari posisi belakang.
Ia menilai balapan di Meksiko menuntut strategi dan ketenangan tinggi, serta menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi performa tim sepanjang musim.
Di Indonesia, PT Indomobil National Distributor sebagai pemegang merek Citroen menyambut positif pencapaian ini.
Partisipasi Citroen di Formula E tidak hanya soal prestise balap, tetapi juga menjadi laboratorium pengembangan teknologi kendaraan listrik masa depan.
Setiap data dari lintasan akan menjadi fondasi inovasi yang nantinya diterapkan pada lini mobil listrik Citroen untuk pasar global, termasuk Indonesia.
Kemenangan di Mexico City menjadi awal yang menjanjikan bagi Citroen Racing untuk menatap seri-seri berikutnya dengan penuh kepercayaan diri.
Dengan posisi puncak klasemen yang kini sudah digenggam, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi sepanjang musim.
Jika momentum ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Citroen akan menutup musim sebagai juara dunia Formula E sekaligus memperkuat citranya sebagai merek otomotif yang serius memasuki era elektrifikasi.
GIPHY App Key not set. Please check settings