Akibat Kelangkaan Chip Semikonduktor, Mitsubishi Terus Berupaya Amankan Produksi

0
industri mitsubishi xpander cross sunrise orange indonesia
Mitsubishi Xpander Cross. Foto : Tri

Autonesian.com – Ditengah kondisi kelangkaan spare-part chip semikonduktor yang terjadi secara global, Mitsubishi Motors melalui distributor resmi di Indonesia yakni PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyatakan terus berupaya mengamankan produksi kendaraan di Tanah Air.

Hal tersebut dikemukan secara langsung oleh Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI melalui keterangan resminya kepada Autonesian.com dengan menegaskan bahwa aktifitas penjualan Mitsubishi Motors di Indonesia tetap berjalan normal.

“Kami ingin mengkonfirmasi berita yang beredar saat ini terkait kelangkaan komponen semikonduktor, memiliki dampak yang terbatas terhadap pasar Indonesia,” ungkap Naoya Nakamura.

Dia juga menambahkan,”MMC secara global telah melakukan beragam upaya serta persiapan untuk mengamankan produksi dan pasokan unit di Indonesia. Sehingga kami pastikan bahwa aktivitas penjualan MMKSI tetap berjalan seperti biasa.”

Autonesian Youtube Channel

Seperti dikabar sebelumnya, saat ini antusiasme masyarakat dan permintaan konsumen akan model Xpander dan Xpander Cross sangat positif dengan adanya kebijakan relaksasi PPnBM yang diinisiasi pemerintah .

Dimana penjualan penjualan dan produksi Xpander yang meningkat dua kali lipat dari sekitar 2.500 unit pada Januari dan Februari 2021, menjadi sekitar 5.000 unit pada periode Maret dan April 2021.

Baca Juga :  Melalui CSR KTB Serahkan Dua Unit Mitsubishi Fuso Colt Diesel

Selain Mitsubishi Xpander, pada model penyegaran untuk model medium SUV unggulan, New Pajero Sport juga turut mendapatkan respon yang sangat positif dari seluruh masyarakat Indonesia.

“Berkat penerapan program insentif PPnBM oleh Pemerintah Indonesia, permintaan terhadap Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross diluar perkiraan, dan mengakibatkan penundaan terhadap proses pengiriman kepada konsumen,” jelas Nakamura.

Pada kesempatan ini juga, pihaknya turut menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh konsumen yang masih menunggu unit kendaraan untuk dikirim karena permintaan yang sangat tinggi ini.

“Kami melakukan usaha terbaik untuk mengakselerasi dan menyesuaikan permintaan dan ketersediaan, serta memastikan konsumen segera mendapatkan unit yang sudah dipesan,” lanjut Nakamura.

Sekedar informasi, Chip Semikonduktor sendiri merupakan salah satu dari kelas padatan krital menengah dalam konduktivitas listrik antara konduktor dan isolator. Chip ini juga kebanyakan menjadi komponen penting dalam industri pembuatan berbagai jenis perangkat elektronik, otomotif dsb.

Kekurangan pasokan Chip Semikonduktor pada produksi kendaraan ini juga disebabkan salah satunya kejadian kebakaran yang terjadi di pabrik chip otomotif yang terbesar kedua di dunia pada 20 Maret 2021 lalu dan berada di Renesas, Naka, Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here