Akibat Kekurangan Chip, Produksi Kendaraan Global Ikut Kena Pangkas Hingga 3,9 Juta Unit

0
Ilustrasi chip semikonduktor otomotif kendaraan
ilustrasi Chip. Foto: Pintrest/Hybrid Electronics

Autonesian.com – Di tahun 2021, selain pandemi Covid-19 yang masih menghantui di seluruh sektor bisnis. Namun di Industri otomotif maupun teknologi kembali menghadapi masalah terhadap kekurangan chip semikonduktor.

Seperti dilansir melalui Carscoops, (17/05/2021) menurut perkiraan dari AlixPartners salah satu perusahaan termuka asal Amerika mengatakan krisis chip akan mempengaruhi pengurangan produksi kendaraan secara global mencapai 3,9 juta kendaraan tahun ini.

Selain itu, angka tersebut dianggap sangat besar dan juga akan menjadi tanggungan dalam pendapatan bagi para produsen kendaraan roda empat yang diperkirakan mencapai $ 110 (£ 78 / € 90) miliar atau hampir dua kali lipat perkiraan sebelumnya sebesar $ 61 (£ 43 / € 50) miliar pada bulan Januari.

“Kendaraan biasa menggunakan hingga 1.400 chip dan jumlah itu hanya akan meningkat di masa depan, karena industri terus bergerak menuju kendaraan listrik dan juga akhirnya akan ke kendaraan otonom,” ungkap Dan Hearsch dari AlixPartners.

Autonesian Youtube Channel

Dia juga mengatakan secara khusus kepada CNBC, dampak kekurangan chip semikonduktor akan terasa dan terbesar pada pada produksi otomotif kemungkinan akan terjadi pada kuartal kedua di tahun 2021.

Proses produksi Honda Civic di fasilitas Manufacturing Honda Inggris

Meski begitu, Hearsch memperkirakan situasinya akan berangsur-angsur membaik dan, pada kuartal ketiga, mungkin ada cukup chip untuk membuat semua orang kembali aktif dan menjalankan sebagian besar. Namun dampak ini juga dianggap tidak akan kembali normal hingga tahun depan.

Baca Juga :  New Honda BR-V Resmi Hadir, HBC Optimis Penjualan Hingga Akhir Tahun

Disisi lain, menurut kabar Reuters beberapa Senator A.S sedang mempersiapkan proposal dana senilai senilai $ 52 (£ 36 / € 42) miliar untuk meningkatkan produksi secara signifikan di Amerika.

Di AS sendiri saat ini hanya mendukung sebesar 12% dari pasokan chip semikonduktor dari seluruh dunia dan juga angka tersebut juga mengalami penuruan tajam dari 37% bagian yang dimiliki negara itu pada tahun 1990.

Sekedar informasi, Chip Semikonduktor sendiri merupakan salah satu dari kelas padatan krital menengah dalam konduktivitas listrik antara konduktor dan isolator. Chip ini juga kebanyakan menjadi komponen penting dalam industri pembuatan berbagai jenis perangkat elektronik, otomotif dsb.

Kekurangan pasokan Chip Semikonduktor pada produksi kendaraan ini juga disebabkan salah satunya kejadian kebakaran yang terjadi di pabrik chip otomotif yang terbesar kedua di dunia pada 20 Maret 2021 lalu dan berada di Renesas, Naka, Jepang.

SHARE
Tertarik tentang otomotif sejak bergabung bersama komunitas otomotif dan belajar menulis sejak masuk bangku SMA . Email : tri@autonesian.com / trie0856@yahoo.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here