Gaikindo Minta Pemerintah Bantu Industri Otomotif

0
pabrik otomotif toyota perakitan mobil
Pabrik Toyota. Foto : Ist

Autonesian.com – Dalam kondisi ekonomi yang masih melemah, salah satunya sektor Industri Otomotif yang ikut kena dampak Pandemi Covid-19 dari berbagai sektor di hampir seluruh negara termasuk Indonesia.

Mulai dari penurunan penjualan hingga harus memberhentikan pekerjanya.Kementrian Perindustrian (kemenperin) atau dalam hal ini yang mewakili pemerintah untuk mengurangi dampak tersebut.

Disisi lain berbagai stimulus pun ikut digelontorkan untuk kembali memulihkan berbagai dampak yang ditimbulkannya di seluruh sektor ekonomi, khususnya di industri otomotif tanah air.

Sekertaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Kukuh Kumara mengatakan, saatnya pemerintah membantu mempermudah masyarakat dalam hal untuk memiliki kendaraan baru ditengah pandemi.

Autonesian Youtube Channel

“Kami sampaikan kepada pemerintah untuk membantu masyarakat agar kami pelaku industri bisa tetap produksi. Karena sektor industri otomotif memiliki pengaruh terhadap industri lain, ” ujarnya melalui acara diskusi virtual bersama Forwot dan Forwin, Kamis (12/11/2020), kemarin.

Pada kesempatan yang sama Kukuh juga menambahkan,”Tanpa dukungan dari pemerintah rasa sangat berat untuk anggota kami memenuhi target 600 ribu unit sampai nanti bulan Desember 2020.”

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menolak usulan Kementerian Perindustrian untuk memberikan kebijakan pajak mobil baru atau pajak kendaraan bermotor (PKB) nol persen.

Baca Juga :  Toyota Let's Go Beyond Kini Sambangi Kota Bandung

Selain itu, kukuh juga masih yakin kalau Kementerian Keuangan tidak sepenuhnya menolak usulan pajak nol persen untuk pembelian kendaraan baru yang telah disampaikan Kemenperin.

“Belum ditolak, masih dalam kajian.Kalau usulan ini mampu untuk memberikan dampak baik pada pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

“Mudah-mudahan ada upaya lain yang bisa mempercepat pulihnya industri kendaraan bermotor. Kalau masyarakat diberi stimulus, kami menunggu karena bisa membantu untuk bangkit kembali ditengah pandemi,” tutup Kukuh.

Sementara Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti diskusi virtual bersama Forwot dan Forwin menganggap upaya Gaikindo mengusulkan keringanan pajak pembelian kendaraan sudah tepat untuk menggerakkan perekonomian tanah air khususnya pada sektor otomotif.

“Karena sebagian masyarakat sudah hilang pekerjaan atau berkurang pendapatannya. Pemerintah seharusnya bisa melakukan intervensi dengan memberikan insentif fiskal,” ujar Esther.

Meski demikian, Esther juga menjelaskan Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu perlu melakukan kajian kembali sebelum menyetujui pemberian insentif tertentu.

“Usulan pajak nol persen untuk kemungkinan kajiannya baru selesai tahun depan dari BKF,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here