Ngecas Gratis Sampai 2029, Jurus Gila VinFast Gaet Konsumen

Vinfast Charging Station
Fasilitas Charging VinFast. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – VinFast kembali mencuri perhatian di tengah persaingan industri elektrifikasi yang semakin memanas, dengan menghadirkan kabar menarik dari pabrikan kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.

Pabrikan ini mengambil langkah agresif dengan memperpanjang program pengisian daya gratis di tiga pasar utama Asia, yaitu Indonesia, India, dan Filipina hingga 31 Maret 2029.

Langkah ini bukan sekadar gimmick. VinFast secara terang-terangan ingin “menghilangkan” salah satu kekhawatiran terbesar calon pengguna kendaraan listrik: biaya operasional.

Dengan pengisian daya gratis hingga tiga tahun ke depan melalui jaringan milik V-Green, konsumen praktis bisa menikmati mobil listrik tanpa perlu memikirkan biaya energi harian.

Program ini berlaku luas, tidak hanya untuk pembeli baru, tetapi juga pelanggan lama VinFast, termasuk armada taksi listrik dari Green SM. Artinya, ekosistem yang dibangun benar-benar menyasar penggunaan massal, bukan sekadar pasar niche.

“Program pengisian daya gratis yang diperkenalkan VinFast sebelumnya mendapat respons yang sangat positif dari konsumen,” ujar Duong Thi Thu Trang, Deputy CEO of Global Sales VinFast.

Baca Juga :  Siap Meluncur, Nissan Tekton Siap Ganggu Dominasi Creta dan Seltos

Dia juga menambahkan,”Perpanjangan kebijakan ini selama tiga tahun ke depan merupakan langkah berikutnya dalam strategi kami untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik.”

Ia menambahkan bahwa ketika biaya operasional kendaraan ditekan hingga mendekati nol, konsumen akan lebih percaya diri untuk beralih ke kendaraan listrik.

Hal ini juga sekaligus menjadi dorongan besar menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Tidak berhenti di situ, induk perusahaan VinFast, Vingroup, juga menghadirkan program bertajuk “Trade Gas for Electric”.

Lewat program ini, konsumen yang beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke listrik akan mendapatkan diskon tambahan, yakni 3% untuk mobil listrik dan 5% untuk motor listrik.

Program tersebut berlangsung pada 11 hingga 31 Maret 2026 dan dikombinasikan dengan berbagai insentif lain di masing-masing negara.

Strateginya jelas: bikin peralihan ke EV jadi semakin “tidak ada alasan untuk menunda”.

Menariknya lagi, VinFast juga memperluas dampak programnya ke sektor transportasi publik. Melalui inisiatif “GreenForAll”, pengguna layanan taksi listrik Green SM di Indonesia, Laos, dan Vietnam mendapatkan potongan tarif sebesar 10% dalam periode yang sama.

Baca Juga :  Resmi Meluncur, All New Honda CB150R Streetfire Kini Kental Aura Bigbike

Di sisi infrastruktur, V-Green juga terus memperluas jaringan charging di berbagai wilayah operasional VinFast.

Ini jadi poin krusial, karena ketersediaan infrastruktur masih menjadi faktor penentu dalam adopsi kendaraan listrik, termasuk di Indonesia.

Dengan kombinasi pengisian daya gratis, diskon pembelian, hingga pengembangan ekosistem yang serius, VinFast terlihat tidak main-main dalam menggarap pasar Asia.

Bahkan, pendekatan ini bisa dibilang salah satu yang paling agresif dibanding kompetitor.

Jika strategi ini berjalan konsisten, bukan tidak mungkin VinFast akan menjadi salah satu pemain kunci dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di kawasan, termasuk Indonesia yang saat ini tengah gencar mendorong era elektrifikasi.

Satu hal yang pasti, ketika biaya “jalan” mobil listrik bisa ditekan hingga nol, pertanyaannya bukan lagi “mau pindah atau tidak”, tapi “kapan mulai beralih?”.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Toyota Yaris GR MY 2026

GR Yaris Terbaru Meluncur, Racikan Motorsport Toyota Makin Buas

Next Article
Pertamina Selasar Fastron Bengkel mudik

76 Juta Pemudik Mobil, Selasar Fastron Siap Jadi ‘Penyelamat’ di Perjalanan

Related Posts