Jangan Salah Colok! Kenali Jenis Charger Mobil Listrik dari PLN

SPKLU PLN Charger Mobil Listrik
Infrastruktur SPKLU PLN hadir dengan berbagai tipe charger, dari standard hingga ultra fast. Foto : PLN/Autonesian

Autonesian.com – Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap mobilitas ramah lingkungan.

Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami bahwa proses pengisian daya atau charging mobil listrik tidak selalu sama.

PT PLN (Persero) pun menegaskan bahwa terdapat beberapa tipe EV charger yang memiliki fungsi dan kecepatan berbeda, mulai dari yang paling santai hingga super cepat.

Pemahaman ini menjadi penting, terutama saat melakukan perjalanan jauh atau mudik.

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman,” ujar perwakilan PLN.

Secara umum, terdapat empat jenis charger yang perlu diketahui pengguna kendaraan listrik. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda tergantung kebutuhan.

Standard Charging menjadi tipe paling dasar yang menggunakan arus AC dengan daya di bawah 7 kW.

Baca Juga :  Perilaku Masyarakat Berubah, Penjualan Honda Bandung Center Belum Mencapai Target

Pengisian daya jenis ini biasanya membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 6 hingga 12 jam hingga penuh.

Karena itu, metode ini paling cocok digunakan di rumah atau saat kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama.

Berikutnya adalah Medium Charging yang masih menggunakan arus AC, tetapi dengan daya lebih besar, yakni antara 7 kW hingga 22 kW.

Dengan kapasitas tersebut, waktu pengisian bisa dipangkas menjadi sekitar 2 hingga 4 jam dan charger tipe ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik.

Sementara itu, bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, Fast Charging menjadi pilihan utama.

Charger ini menggunakan arus DC dengan daya 22 kW hingga 50 kW dan mampu mengisi baterai hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 hingga 60 menit.

Teknologi ini biasanya tersedia di SPKLU dan sangat membantu saat perjalanan jarak jauh.

Baca Juga :  559 Unit Honda Terjual di Makassar Auto Show 2015

Di level tertinggi, terdapat Ultra Fast Charging yang juga menggunakan arus DC dengan daya di atas 50 kW.

Keunggulannya, pengisian daya bisa dilakukan hanya dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit, menjadikannya solusi paling cepat untuk kendaraan listrik dengan baterai besar.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kecepatan charging sangat bergantung pada kapasitas daya yang digunakan.

Artinya, memilih jenis charger yang tepat bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga menyesuaikan dengan kondisi penggunaan kendaraan.

Dengan semakin luasnya jaringan SPKLU dan dukungan fitur digital seperti PLN Mobile, pengguna kini semakin dimudahkan dalam merencanakan perjalanan, termasuk menentukan lokasi pengisian daya yang optimal.

Pada akhirnya, memahami jenis EV charger bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kunci utama agar pengalaman berkendara mobil listrik menjadi lebih efisien, nyaman, dan bebas khawatir, terutama saat momen penting seperti mudik Lebaran.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Mazda Bengkel siaga mudik 2026

Jangan Khawatir Mogok! Mazda Siagakan Bengkel 24 Jam Saat Mudik

Next Article
Jetour T2 SUV mudik lebaran Indonesia

Bukan SUV Biasa! Jetour T2 Punya “Senjata Rahasia” Bikin Mudik Anti Capek

Related Posts