Autonesian.com – Perjalanan arus balik Lebaran dari Bandung menuju Jakarta lewat tol fungsional Japek 2 Selatan memang jadi solusi untuk menghindari kepadatan di Cikampek.
Namun, di balik kelancarannya, jalur ini menyimpan tantangan serius—terutama saat dilalui pada malam hari.
Tol ini masih berstatus fungsional yang berarti belum sepenuhnya selesai dibangun, dengan jalur sepanjang sekitar 52 km dari Sadang (Purwakarta) hingga Setu (Bekasi) yang didominasi kondisi minim penerangan bahkan di beberapa titik masih gelap total.
Situasi ini membuat perjalanan terasa lebih menegangkan, apalagi ketika harus menghadapi perubahan jalur secara tiba-tiba.
Di beberapa titik, pengemudi diharuskan berpindah ke lajur kanan, yang jika tidak diantisipasi bisa membahayakan, terlebih dalam kondisi lalu lintas padat saat arus balik.
Tidak hanya itu, fasilitas di tol ini juga masih sangat terbatas. Rest area belum tersedia, SPBU permanen pun belum ada.
Sebagai gantinya, tersedia pengisian BBM modular dari Pertamina di beberapa titik, namun jumlahnya terbatas dan tidak selalu mudah dijangkau.
Yang tak kalah penting, pengendara juga wajib memahami titik keluar (exit) di sepanjang tol Japek 2 Selatan agar tidak salah arah atau kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
Berdasarkan informasi terbaru, jalur fungsional ini hanya memiliki satu akses masuk dari arah Bandung, yakni melalui Simpang Susun Sadang. Sementara untuk keluar menuju arah Jakarta, tersedia beberapa titik penting yang bisa dimanfaatkan.
Exit pertama berada di Simpang Susun Kutanegara, yang bisa menjadi pilihan awal untuk kembali ke jalur arteri atau tol eksisting.
Selanjutnya ada exit Bojongmangu, yang cukup strategis untuk menuju kawasan industri dan Bekasi bagian selatan.
Kemudian terdapat exit Sukaragam, yang bisa digunakan sebagai alternatif akses menuju wilayah Cikarang dan sekitarnya.
Terakhir, jalur ini akan berakhir di Simpang Susun Setu, yang menjadi titik keluar utama sebelum kendaraan diarahkan menuju Tol Cimanggis–Cibitung atau jaringan JORR 2 untuk masuk ke Jakarta.
Dengan memahami titik exit ini, pengendara bisa mengatur strategi perjalanan, termasuk menentukan kapan harus keluar jika kondisi fisik mulai lelah atau bahan bakar menipis.
Seorang pemudik yang melintasi jalur ini mengungkapkan, “Tolnya memang cepat karena belum padat seperti Japek utama, tapi kalau malam deg-degan juga. Gelap, minim fasilitas, jadi harus benar-benar siap dari awal.”
Karena itu, sebelum memutuskan melintas di tol Japek 2 saat malam hari, ada beberapa hal krusial yang tidak boleh diabaikan.
Pastikan bahan bakar terisi penuh sebelum masuk, karena tidak ada jaminan menemukan pengisian modular dalam kondisi kosong atau tanpa antrean.
Periksa juga seluruh sistem pencahayaan kendaraan, mulai dari lampu utama hingga lampu jauh.
Dalam kondisi gelap, visibilitas adalah kunci keselamatan. Selain itu, jaga kecepatan dan jangan terpancing melaju terlalu cepat hanya karena jalan terlihat lengang.
Tol Japek 2 Selatan memang menjadi “jalur penyelamat” saat arus balik Lebaran, namun bukan berarti tanpa risiko.
Dengan minimnya fasilitas, kondisi jalan yang belum sempurna, serta terbatasnya penerangan, jalur ini lebih cocok dilalui oleh pengendara yang benar-benar siap, baik dari sisi kendaraan maupun fisik.
Jadi, jika ingin perjalanan Bandung–Jakarta tetap lancar dan aman, jangan hanya mengandalkan jalur alternatif—tapi juga kesiapan diri saat melintasinya.
GIPHY App Key not set. Please check settings