Autonesian.com – Xpeng menunjukkan taringnya di industri otomotif global dengan mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
Perusahaan teknologi kendaraan listrik ini berhasil membukukan pengiriman sebanyak 429.449 unit, melonjak hingga 126% secara tahunan, sekaligus mencetak laba bersih kuartalan pertamanya di akhir tahun.
Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi Xpeng untuk melangkah lebih agresif di 2026.
Tak hanya fokus pada kendaraan listrik, perusahaan ini kini mengarahkan strateginya untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan physical AI—teknologi yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan sistem fisik seperti kendaraan dan robot.
“Kami tidak hanya mencapai pertumbuhan skala yang tinggi, tetapi juga peningkatan signifikan dalam kapabilitas operasional,” ujar He Xiaopeng, CEO Xpeng.
Dia juga turut menegaskan bahwa transformasi menuju perusahaan berbasis AI menjadi kunci masa depan mereka.
Salah satu fokus utama Xpeng adalah pengembangan teknologi autonomous driving.
Melalui sistem VLA 2.0, pengalaman berkendara kini disebut sudah mendekati kemampuan manusia, bahkan memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih halus bagi penumpang.
Xpeng pun menargetkan teknologi fully autonomous driving dapat terealisasi dalam 1 hingga 3 tahun ke depan dan menjadi fitur mass market.
Tak berhenti di situ, ekspansi global juga menjadi agenda besar di 2026, dimana menyiapkan peluncuran empat model baru untuk pasar internasional.
Model baru tersebut juga termasuk SUV flagship enam penumpang yang dibekali teknologi autonomous driving level tinggi.
Targetnya, kontribusi pasar global akan menembus lebih dari 20% dari total pendapatan perusahaan.
Menurut Brian Gu, Vice Chairman dan President Xpeng, kawasan Eropa masih menjadi pasar utama, namun Asia Tenggara mulai menunjukkan potensi besar, termasuk Indonesia yang masuk dalam radar ekspansi strategis Xpeng.
Lebih jauh, Xpeng juga membangun ekosistem physical AI yang lebih luas melalui pengembangan robotaxi dan humanoid robot.
Perusahaan bahkan telah mengantongi izin uji jalan robotaxi di Guangzhou dan menargetkan layanan komersial mulai berjalan pada paruh kedua 2026.
Sementara itu, humanoid robot bernama “Iron” ditargetkan memasuki produksi massal pada akhir tahun yang sama.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Xpeng menggelontorkan investasi besar di sektor riset dan pengembangan.
Sepanjang 2025, dana sebesar RMB 9,5 miliar telah dialokasikan, dengan porsi signifikan untuk pengembangan AI.
Angka tersebut bahkan akan meningkat menjadi RMB 7 miliar khusus untuk physical AI di 2026.
Dengan strategi agresif ini, Xpeng tak lagi sekadar pemain di industri kendaraan listrik.
Melainkan mulai memposisikan dirinya sebagai pionir dalam revolusi mobilitas berbasis kecerdasan buatan yang siap mengubah lanskap industri global.
GIPHY App Key not set. Please check settings