Ambisi Besar Lepas L8 Tersandung di Uji Performa

Lepas L8 PHEV Test Drive
Lepas L8 PHEV. Foto : Ist/Autonesian

Autonesian.com – Sensasi sekaligus tanda tanya besar muncul dalam sesi uji coba Lepas L8, SUV Plug-in Hybrid (PHEV) yang digadang-gadangkan bakal menjadi bintang baru di pasar otomotif Indonesia.

Dalam ajang media test drive bertajuk Lepas L8 Driving Control Challenge di Pusdiklantas Polri, Serpong, mobil asal Cina ini justru mengalami kendala serius yang langsung menyita perhatian publik dan komunitas otomotif.

Acara yang dirancang untuk menampilkan performa terbaik L8, mulai dari lintasan lurus, pengereman mendadak, zig-zag, hingga melintasi speed bump, awalnya berjalan normal.

Namun suasana berubah ketika salah satu unit uji mengeluarkan bunyi keras dari bawah kap mesin setelah melewati rintangan, tak lama berselang mobil tersebut tidak lagi bisa dikemudikan dan harus dihentikan paksa di tengah trek.

Hasil pengecekan tim uji menunjukkan bahwa komponen vital di bagian CV joint, yang berfungsi menyalurkan tenaga dari transmisi ke roda, mengalami kerusakan.

Kerusakan ini membuat tenaga mesin tidak tersalurkan secara optimal, sehingga mobil kehilangan kemampuan untuk melaju.

Sebelum insiden tersebut terjadi, banyak awak media justru mengapresiasi kenyamanan kabin, karakter suspensi yang responsif, serta fitur teknologi modern seperti monitor besar untuk membantu parkir mundur.

Namun momen saat unit uji mendadak berhenti justru menjadi bahan perbincangan hangat dan memunculkan pertanyaan soal durabilitas komponen.

Baca Juga :  Penjualan Sepedamotor Dongkrak Laba Bersih FIFGroup

Kasus ini sekaligus membuka mata publik tentang betapa krusialnya peran CV joint dalam sistem penggerak mobil. Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda sambil mengikuti pergerakan suspensi dan kemudi.

Lepas L8 test Drive

Ketika CV joint mulai aus, retak, atau kehilangan pelumas akibat karet pelindung yang sobek, performa kendaraan akan langsung menurun.

Akselerasi terasa berat, respons gas melemah, dan muncul bunyi “kletek-kletek” saat berbelok atau “tek-tek” ketika mobil dipacu.

“CV joint itu penghubung utama antara mesin dan roda. Kalau bagian ini bermasalah, seluruh sistem penggerak ikut terdampak,” ujar seorang mekanik spesialis kaki-kaki di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa banyak pemilik kendaraan kerap mengabaikan gejala awal berupa suara kecil atau getaran ringan, padahal itu merupakan tanda awal kerusakan serius.

Jika kerusakan CV joint dibiarkan, risikonya bisa semakin besar dimana roda dapat kehilangan daya dorong secara tiba-tiba, mobil mendadak melambat, sulit dikendalikan, bahkan bisa berhenti total di jalan.

Dalam kondisi ekstrem, situasi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Selain itu, kerusakan CV joint juga dapat merambat ke komponen lain seperti as roda, bearing, transmisi, hingga suspensi, sehingga biaya perbaikan membengkak.

Kebocoran grease akibat boot yang robek juga mempercepat keausan. Debu dan air yang masuk ke dalam joint meningkatkan gesekan dan memperpendek usia pakai komponen.

Baca Juga :  Skoda Karoq Resmi Kendaraan Operasional Polisi di Inggris

Dampaknya bukan hanya pada performa, tetapi juga pada kenyamanan berkendara, dimana setir terasa bergetar, mobil tidak stabil saat bermanuver, dan karakter suspensi berubah menjadi lebih kasar.

Lepas L8 test Drive

Di sisi lain, pengalaman Lepas L8 ini menjadi pelajaran penting bagi merek otomotif baru yang ingin menembus pasar Indonesia.

Rencana peluncuran Lepas L8 di ajang Indonesia International Motor Show 2026 pun masih berjalan sesuai rencana.

SUV ini diprediksi dibanderol di kisaran Rp 589 juta dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.300 kilometer dalam mode gabungan.

Angka tersebut tentu menjadi daya tarik besar, asalkan diimbangi dengan kualitas dan keandalan komponen.

Kesimpulannya, insiden uji coba Lepas L8 bukan sekadar soal satu unit bermasalah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya kualitas CV joint sebagai komponen vital kendaraan.

Kerusakan pada bagian ini bisa berdampak pada penurunan performa, munculnya bunyi mengganggu, risiko kehilangan kendali, kerusakan berantai, hingga mogok total di jalan.

“Merawat CV joint sejak dini jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan besar di kemudian hari,” tutup sang mekanik.

Bagi konsumen, memahami tanda-tanda awal kerusakan menjadi kunci agar kendaraan tetap aman, nyaman, dan siap digunakan dalam berbagai kondisi.

Total
0
Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

Previous Article
Honda Motor Asia-Oceania Safety Innovative Concept

Instruktur Honda Indonesia Bikin Dunia Kagum, Raih Podium Internasional

Related Posts