Autonesian.com – Persaingan layanan ride-hailing di Indonesia semakin panas, bukan hanya soal tarif dan jumlah pengemudi, tetapi juga bagaimana platform bisa bertahan secara bisnis tanpa membebani pengguna.
Menjawab tantangan tersebut, inDrive resmi menghadirkan inDrive Ads, sebuah platform periklanan terbaru yang diklaim mampu menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menjaga layanan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Peluncuran inDrive Ads di Indonesia menjadi bagian dari ekspansi global, di mana layanan ini telah hadir di 20 negara dan menargetkan perluasan ke seluruh wilayah operasional inDrive sepanjang tahun ini.
Kehadiran lini bisnis iklan ini diyakini akan memperkuat ekosistem inDrive, terutama dalam mempertahankan tingkat komisi rendah bagi pengemudi, yang selama ini menjadi salah satu keunggulan platform tersebut.
“Produk ini merupakan upaya kami untuk mendukung ekosistem bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Wahyu Ramadhan, Communication Manager inDrive.
Wahyu juga menambahkan,”Sebagian ruang iklan juga akan dialokasikan untuk program sosial dan inisiatif komunitas internal inDrive, agar dapat menjangkau target lebih luas dengan biaya minimal.”
Menariknya, respons pasar terhadap inDrive Ads terbilang positif yang terlihat dari permintaan dari pengiklan tercatat tumbuh hingga dua kali lipat setiap bulan, dengan minat kuat dari berbagai sektor seperti e-commerce, fashion, ritel, perbankan, hingga layanan keuangan.
Hal ini menandakan bahwa aplikasi ride-hailing kini tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi juga kanal pemasaran yang efektif menjangkau jutaan pengguna aktif.
Tak hanya soal iklan, inDrive Ads juga membuka peluang integrasi layanan keuangan.
Di beberapa negara, platform ini telah menghubungkan perusahaan fintech dengan pengguna inDrive untuk penyaluran pinjaman tunai, seperti yang terjadi di Kolombia, Filipina, hingga Meksiko.
Strategi ini mempertegas arah inDrive sebagai SuperApp yang menghadirkan lebih banyak solusi dalam satu ekosistem.
Iklan inDrive Ads nantinya akan tampil di berbagai halaman utama aplikasi, mulai dari beranda, proses pemesanan, hingga setelah perjalanan selesai.
Formatnya berupa banner multidimensi dengan grafis dan animasi, dilengkapi sistem pengukuran performa secara real-time agar pengiklan dapat memantau efektivitas kampanye secara transparan.
Founder & CEO inDrive, Arsen Tomsky, menegaskan bahwa diversifikasi bisnis melalui lini iklan menjadi langkah strategis untuk masa depan perusahaan.
“Diversifikasi bisnis melalui lini bermargin tinggi seperti iklan merupakan langkah penting bagi inDrive. Inisiatif ini memberi kami fleksibilitas lebih besar untuk terus menghadirkan layanan yang terjangkau dalam skala luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief Growth Business Officer inDrive, Andries Smit, menambahkan bahwa prinsip keadilan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan produk.
“Seiring pertumbuhan SuperApp inDrive, kami ingin menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat dan brand untuk berpartisipasi secara setara, dengan prinsip yang sama seperti yang membedakan platform kami selama ini,” jelasnya.
Dengan lebih dari 8 miliar transaksi yang telah difasilitasi dan operasi di 48 negara, inDrive terus berevolusi dari sekadar aplikasi transportasi menjadi ekosistem layanan perkotaan global.
Peluncuran inDrive Ads menjadi sinyal kuat bahwa inovasi bisnis ride-hailing kini tidak hanya fokus mengantar penumpang, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pengguna, mitra pengemudi, hingga brand.
GIPHY App Key not set. Please check settings