Autonesian.com – Kepedulian terhadap negeri kembali ditunjukkan Grab Indonesia di tengah bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak akhir 2025.
Perusahaan teknologi ini menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1,8 miliar demi mempercepat pemulihan korban terdampak.
Bantuan tersebut mencakup lebih dari 6.000 paket sembako, logistik darurat, hingga peralatan kesehatan yang didistribusikan melalui kolaborasi lintas sektor.
Mulai dari BenihBaik.com, Save the Children, Komunitas Postelsiar, Digital Komdigi, hingga Kementerian Kesehatan RI, memastikan bantuan menjangkau karyawan internal, mitra pengemudi, merchant, serta masyarakat umum di wilayah terdampak banjir Sumatera.
Aksi solidaritas ini dimulai dari gerakan internal bertajuk “Dari Grabbers untuk Grabbers”, di mana karyawan Grab menggalang dana untuk membantu rekan kerja mereka yang terdampak banjir di Medan dan Sumatera Barat.
Ratusan paket bantuan serta voucher kebutuhan kebersihan dan pemulihan hunian pun disalurkan sebagai langkah awal memperkuat ketahanan komunitas internal Grab.
Tak berhenti di situ, melalui program Grab for Goods, perusahaan juga mengalokasikan dana Rp1,2 miliar guna menyalurkan lebih dari 5.300 paket bantuan kepada mitra pengemudi dan merchant di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, memastikan roda ekonomi kecil tetap bertahan di tengah bencana.
Langkah nyata lainnya diwujudkan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dalam penyediaan peralatan medis esensial, mulai dari genset dan tempat tidur pasien.
Piahknya juga turut memberikan laptop untuk puskesmas di daerah terisolir Aceh Utara dan Tamiang, menjaga akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi korban banjir.
Selain itu, kolaborasi dengan Save the Children turut menghadirkan paket pangan dan bantuan tunai demi perlindungan anak-anak di area terdampak bencana.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, menegaskan komitmen tersebut, “Bagi Grab, seluruh pihak dalam ekosistem kami adalah prioritas utama.”
“Semangat gotong royong dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan dan memberi kekuatan bagi warga terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara untuk bangkit kembali di masa sulit ini,” tegas Neneng.
Ia menambahkan, “Kami percaya bantuan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang menghadirkan harapan di saat paling sulit. Ketika masyarakat bangkit, Indonesia ikut bangkit.”
Melalui aksi kemanusiaan ini, Grab Indonesia tidak hanya menghadirkan layanan mobilitas dan digital bagi masyarakat, tetapi juga menjadi simbol solidaritas di saat negeri membutuhkan uluran tangan.
Langkah ini juga turut membuktikan bahwa teknologi dan kepedulian bisa berjalan beriringan demi Indonesia yang lebih tangguh.
GIPHY App Key not set. Please check settings