Autonesian.com – Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, baru saja mengumumkan teaser terbaru untuk EV terbesar yang pernah dibuatnya.
Pasalnya mobil listrik tersebut dijadwalkan melakoni debut publik pertama kali pada ajang Brussels Motor Show yang akan digelar pada 9 Januari 2026 mendatang.
Melansir Carscoops, Selasa (23/12/2025) , model ini akan menjadi entri penting dalam jajaran global Hyundai dan diperkirakan memiliki dimensi lebih besar dibandingkan crossover Ioniq 9, meskipun hingga saat ini Hyundai masih belum mengungkap detail lebih jauh secara resmi.
Berdasarkan teaser yang dirilis, Hyundai hanya menampilkan satu gambar siluet tanpa spesifikasi teknis. Namun secara visual, tampilannya menguatkan dugaan banyak pihak bahwa model tersebut adalah Staria EV dengan desain futuristik.
Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Hyundai telah memperkenalkan Staria facelift dengan sejumlah penyegaran, mulai dari penyesuaian desain ringan, peningkatan komponen sasis, hingga penggunaan layar interior yang lebih besar.
Oleh karena itu, peluncuran di Eropa mendatang diperkirakan akan menjadi debut publik pertama dari Staria versi listrik.
Lebih lanjut, Hyundai tidak merancang mobil listrik ini dari nol. Pabrikan memanfaatkan basis yang sudah terbukti, yakni platform Staria yang sebelumnya telah digunakan pada Iveco eMoovy versi listrik.
Kendaraan niaga ringan tersebut mengandalkan satu motor listrik bertenaga sekitar 215 hp yang dipadukan dengan pilihan baterai berkapasitas 63 kWh atau 76 kWh.
Meski Hyundai belum mengungkap detail spesifikasi teknis untuk versi produksinya, pabrikan asal Korea Selatan itu memastikan mobil listrik terbarunya akan dibekali teknologi elektrifikasi terkini.
Salah satu sorotan utamanya adalah penggunaan sistem pengisian daya 800 volt, yang dirancang untuk memberikan proses pengisian lebih cepat dan efisien, sejalan dengan standar kendaraan listrik modern.
Arsitektur 800 volt yang sudah digunakan pada eMoovy memungkinkan pengisian daya super cepat, di mana baterai dapat menambah jarak tempuh hingga 100 km hanya dalam waktu sekitar sepuluh menit menggunakan pengisi daya 350 kW.
Jika Hyundai mempertahankan sistem ini, Staria EV berpotensi menawarkan keunggulan signifikan, baik untuk kebutuhan armada komersial maupun penggunaan keluarga yang mengutamakan efisiensi waktu.
Dari sisi tampilan, Staria versi listrik diperkirakan akan mengadopsi sejumlah elemen desain dari model bermesin konvensional yang baru saja mendapat penyegaran.
Paling menarik terdapat salah satu ciri utamanya adalah bilah lampu LED yang memiliki desain membentang penuh di bagian depan.
Beberapa prototipe yang sempat terlihat juga menampilkan sentuhan khas mobil listrik, seperti desain bumper depan baru dengan port pengisian daya terintegrasi serta penggunaan desain pelek khusus yang membedakannya dari versi non-listrik.
Meski begitu, Hyundai masih belum memastikan pasar mana saja yang akan kebagian Staria listrik, termasuk apakah model ini nantinya akan dipasarkan di Indonesia, yang saat ini mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan untuk kendaraan listrik di segmen keluarga.
GIPHY App Key not set. Please check settings